Pagaralam Genap 25 Tahun, Herman Deru Ajak Daerah Siap Hadapi Sistem Keuangan Baru

Pagaralam Genap 25 Tahun, Herman Deru Ajak Daerah Siap Hadapi Sistem Keuangan Baru

Momentum Sejarah: 25 Tahun Pagaralam

Plat Merah – Pada 21 Juni 2026, Kota Pagaralam merayakan ulang tahunnya yang ke-25. Perayaan ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi titik tolak evaluasi capaian pembangunan serta perencanaan strategi ke depan. Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Pagaralam yang diselenggarakan pada 23 Juni 2026 menjadi panggung bagi pemangku kepentingan daerah, termasuk Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, untuk menegaskan agenda sinergi lintas wilayah dan kesiapan menghadapi perubahan sistem keuangan nasional.

Rangkaian Acara dan Kehadiran Tokoh Kunci

Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Pagaralam, Hj. Jenni Shandiyah, SE, MH, dan dihadiri oleh:

  • Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru
  • Ketua TP PKK Sumsel, Hj. Febrita Lustia Herman Deru
  • Perwakilan Forkopimda, DPRD Provinsi Sumsel, serta kepala daerah dan wakil kepala daerah dari Sumsel dan Provinsi Bengkulu
  • Wali Kota Pagaralam, H. Ludi Oliansyah

Kehadiran mereka menegaskan dukungan kuat terhadap pembangunan berkelanjutan Kota Pagaralam yang kini memasuki fase baru.

Jejak Pembangunan Selama 25 Tahun

TahunPencapaian Utama
2001Penetapan status Kota Pagaralam secara resmi
2005Pembangunan jalan utama (Jalan A. Yani – Jalan S. Pangan) meningkatkan konektivitas
2010Pendirian RSUD Pagaralam, memperluas layanan kesehatan
2014Peluncuran program wisata alam (Kebun Raya, Curug Gombang) menumbuhkan sektor pariwisata
2018Reformasi pendidikan dengan pembangunan 5 SMA baru
2022Digitalisasi layanan publik melalui aplikasi “Pagaralam Smart”

Data di atas menggambarkan lintasan progresif yang tidak hanya menambah infrastruktur fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan publik dan potensi ekonomi kreatif.

Kronologi Acara Utama (23‑25 Juni 2026)

  1. 09.00 – Pembukaan oleh Ketua DPRD, Hj. Jenni Shandiyah
  2. 09.30 – Sambutan Wali Kota Ludi Oliansyah, menekankan refleksi 25 tahun
  3. 10.15 – Paparan capaian pembangunan (video dokumenter)
  4. 11.00 – Sesi dialog Gubernur Herman Deru tentang sinergi lintas daerah
  5. 12.00 – Makan siang bersama delegasi provinsi Bengkulu
  6. 13.30 – Diskusi kelompok tentang tantangan keuangan baru
  7. 15.00 – Penetapan tema “Sinergitas untuk Kemajuan” dan penutup

Visi Gubernur Herman Deru: Siap Menghadapi Sistem Keuangan Baru

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa reformasi sistem keuangan nasional—dengan beralih ke platform digital terintegrasi—akan menuntut adaptasi cepat dari semua level pemerintahan. Ia menambahkan:

“Sinergitas antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat harus terus dijaga demi mewujudkan Pagaralam yang semakin maju dan sejahtera. Ke depan kita harus siap menghadapi perubahan, termasuk sistem keuangan dengan format baru,”

Pernyataan tersebut mencerminkan dua agenda utama: memperkuat kolaborasi antar‑instansi dan mempercepat digitalisasi keuangan daerah, termasuk penggunaan e‑budgeting, sistem akuntansi berbasis cloud, dan pelatihan keuangan digital untuk aparatur.

Analisis Dampak dan Implikasi

Bagi Masyarakat

  • Transparansi anggaran yang lebih tinggi akan memudahkan warga memantau penggunaan dana publik.
  • Peningkatan layanan digital (misalnya pembayaran pajak secara online) mengurangi beban administratif.
  • Pengembangan sektor pariwisata berbasis ekowisata diharapkan menciptakan lapangan kerja tambahan.

Bagi Pemerintah Daerah

  • Implementasi sistem keuangan baru menuntut investasi pada infrastruktur TI dan pelatihan SDM.
  • Kebutuhan koordinasi lintas sektor (DPRD, eksekutif, PKK, Forkopimda) menjadi lebih intensif.
  • Potensi akses ke dana alokasi khusus (DAK) yang lebih besar bila prosedur keuangan terstandardisasi.

Bagi Industri dan Investor

  • Kejelasan regulasi keuangan meningkatkan kepercayaan investor, khususnya di bidang infrastruktur dan pariwisata.
  • Adanya platform digital mempermudah proses perizinan dan pengajuan proyek.

Strategi Implementasi Sinergi Lintas Daerah

Untuk mewujudkan agenda tersebut, pemerintah provinsi dan kota telah menyepakati langkah konkret:

  • Forum Koordinasi Berkala: Pertemuan triwulanan antara Gubernur, Walikota, dan Ketua DPRD.
  • Program Pelatihan Keuangan Digital: Kerjasama dengan universitas Sumsel dan lembaga fintech regional.
  • Pengembangan Dashboard Transparansi: Portal publik yang menampilkan real‑time penggunaan anggaran.
  • Skema Insentif untuk UMKM: Kredit mikro berbasis e‑wallet yang terhubung dengan sistem keuangan daerah.

Harapan Kedepan: Pagaralam sebagai Model Kota Adaptif

Wali Kota Ludi Oliansyah menutup rapat dengan menegaskan komitmen untuk menjadikan Pagaralam contoh kota yang mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi digital. Ia menambahkan, “Kami akan memanfaatkan momentum ke-25 untuk mengukir strategi jangka panjang yang inklusif, menyejahterakan semua lapisan masyarakat, dan menjadikan Pagaralam kota percontohan dalam penerapan sistem keuangan modern.”

Dengan dukungan kuat dari Gubernur, DPRD, serta partisipasi aktif masyarakat, Pagaralam berada pada posisi yang menguntungkan untuk memanfaatkan reformasi keuangan sebagai katalis pertumbuhan berkelanjutan. Tantangannya tetap besar, namun sinergitas yang terjalin menjanjikan era baru bagi kota yang kini telah berusia seperempat abad.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup