Hanoon Craft Bikin Heboh di Impact Circle 11.0 AIESEC Unsri: Ratusan Pemuda Belajar Kerajinan Tangan
Plat Merah – Palembang, 24 Juni 2026 – Pada 6 Juni 2026, Aula Pascasarjana Universitas Sriwijaya kembali menjadi saksi dinamika pengembangan kapasitas generasi muda lewat Impact Circle 11.0 yang diselenggarakan oleh AIESEC in Universitas Sriwijaya (Unsri). Lebih dari 200 peserta dari kota Palembang dan sekitarnya hadir dengan antusias, mengusung tema “From Local Minds to Global Impact”. Di antara rangkaian sesi inspiratif, workshop, dan diskusi, satu booth berhasil mencuri hati peserta: Hanoon Craft, usaha mikro‑kecil yang bergerak di bidang kerajinan tangan.
Latar Belakang Impact Circle 11.0
Impact Circle merupakan program tahunan AIESEC yang dirancang untuk mempertemukan mahasiswa dengan tantangan sosial‑ekonomi nyata. Tahun ke‑11, penyelenggaraan dipilih di Palembang karena potensi pertumbuhan UMKM yang masih besar namun belum tergarap optimal. AIESEC memanfaatkan platform ini untuk menyalurkan leadership development melalui pengalaman praktis, bukan sekadar kuliah teori.
Agenda Utama Impact Circle 11.0
| Waktu | Kegiatan | Pemateri/Partner |
|---|---|---|
| 08:30‑09:00 | Pembukaan & Sambutan Rektor Unsri | Rektor Universitas Sriwijaya |
| 09:00‑10:30 | Sesi Inspiratif: Kepemimpinan Berbasis Impact | CEO AIESEC Indonesia |
| 10:45‑12:00 | FGD: Sinergi UMKM & Pemuda | Panelis UMKM, Akademisi, Pemerintah |
| 13:00‑15:00 | Interactive Booth & Workshop | Berbagai UMKM termasuk Hanoon Craft |
| 15:15‑16:30 | Pitching Ide Bisnis Sosial | Mentor Startup |
| 16:45‑17:00 | Penutupan & Penghargaan | Pengurus AIESEC Unsri |
Hanoon Craft: Dari Ide ke Gerakan
Didirikan pada 2023 oleh Rizqi Hanifah, Hanoon Craft mengusung misi pemberdayaan melalui kreativitas. Produk utama meliputi gantungan kunci, tas anyaman, dan aksesori berbahan tali kriya serta manik‑manik daur ulang. Sejak peluncuran, usaha ini telah menyalurkan pelatihan kepada lebih dari 150 orang di Palembang, terutama perempuan muda yang tinggal di pinggiran kota.
Model Bisnis & Dampak Sosial
- Produksi lokal dengan bahan baku ramah lingkungan (kain perca, tali rami, manik daur ulang).
- Penyediaan lapangan kerja paruh waktu bagi mahasiswa dan pelajar.
- Program beasiswa kreatif bagi peserta pelatihan yang menunjukkan potensi usaha.
Pelatihan Gantungan Kunci Kupu‑Kupu
Booth Hanoon Craft pada Impact Circle menampilkan workshop pembuatan gantungan kunci berbentuk kupu‑kupu. Setiap peserta diberikan kit berisi tali kriya, manik‑manik warna, dan peralatan dasar. Proses pelatihan terbagi menjadi empat tahap:
- Desain Pola: Peserta menggambar sketsa kupu‑kupu di atas kertas pola.
- Pembuatan Kerangka: Tali kriya dipotong dan dipintal mengikuti pola.
- Pemadatan Manik: Manik dipilih sesuai kombinasi warna, kemudian dirangkai pada kerangka.
- Finishing & Pemasangan Ring: Ring gantungan dipasang, produk siap dipakai atau dijual.
Selama sesi, lebih dari 80% peserta berhasil menyelesaikan produk akhir, menandakan keberhasilan pendekatan “learning by doing”.
Suara Peserta
Nabila, mahasiswi Ilmu Komunikasi, menyatakan, “Saya sangat senang bisa mencoba membuat gantungan kunci secara langsung. Selain menambah wawasan, saya juga jadi lebih mengenal proses pembuatan kerajinan tangan dan produk lokal.” Ia menambahkan bahwa pengalaman ini membuka matanya terhadap potensi ekonomi kreatif di Palembang.
Nanda, mahasiswa Teknik Elektro, menegaskan, “Meskipun saya laki‑laki, saya sangat menikmati proses belajar membuat kerajinan tangan. Saya dibimbing hingga akhirnya berhasil membuat gantungan kunci kupu‑kupu sendiri.” Pandangan ini menggarisbawahi bahwa kerajinan tidak lagi dipandang sebagai domain gender tertentu.
Analisis Dampak dan Implikasi
Keberhasilan Hanoon Craft dalam menarik ribuan mata pada satu booth memiliki implikasi luas:
- Pendidikan Non‑Formal: Workshop memberi pelatihan praktis yang melengkapi kurikulum akademik.
- Ekonomi Kreatif Lokal: Penjualan produk di booth meningkatkan pendapatan UMKM dan membuka peluang pasar baru.
- Pemberdayaan Pemuda: Keterlibatan langsung menguatkan rasa percaya diri dan menginspirasi gagasan bisnis.
- Sinergi Lembaga: Kolaborasi AIESEC‑UMKM menjadi model replikasi bagi universitas lain.
Secara makro, inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang menargetkan pertumbuhan ekonomi kreatif sebesar 12 % pada 2027. Dengan mengintegrasikan pelatihan praktis ke dalam acara kepemudaan, potensi penciptaan lapangan kerja dapat lebih cepat terwujud.
Relevansi bagi Kebijakan dan Industri
Pengalaman Hanoon Craft menegaskan pentingnya dukungan institusional pada UMKM kreatif. Pemerintah daerah dapat memperkuat program inkubator, menyediakan akses permodalan mikro, serta memfasilitasi pemasaran digital. Bagi industri kreatif yang lebih besar, kolaborasi dengan start‑up mikro dapat memperkaya rantai nilai dan memperluas basis pemasok lokal.
Prospek ke Depan
Setelah Impact Circle 11.0, Hanoon Craft berencana meluncurkan program “Creative Lab” yang akan menampung 30 peserta tiap bulan untuk pelatihan lanjutan, termasuk pemasaran online, desain produk, dan manajemen keuangan sederhana. AIESEC in Unsri berkomitmen untuk menyediakan ruang pameran tahunan, memperluas jaringan ke kota‑kota tetangga seperti Bandar Lampung dan Jambi.
Dengan lebih dari 200 pemuda yang kini memiliki keterampilan dasar kerajinan, potensi penciptaan usaha mikro‑kecil dapat berlipat ganda. Jika dukungan lintas sektor terus terjalin, Palembang berpeluang menjadi hub kreatif Sumsel yang dikenal secara nasional.
Keberhasilan Hanoon Craft pada Impact Circle bukan sekadar cerita satu booth yang ramai, melainkan contoh konkret bagaimana kreativitas, kepemudaan, dan kebijakan dapat bersinergi menghasilkan dampak sosial‑ekonomi yang berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











