Bhattara Saptaprabhu Jember Gencarkan Upaya Pelestarian Purbakala: Dari Ekspedisi ke Pendidikan Masyarakat

Bhattara Saptaprabhu Jember Gencarkan Upaya Pelestarian Purbakala: Dari Ekspedisi ke Pendidikan Masyarakat

Latar Belakang Kekayaan Purbakala Jember

Plat Merah – Kabupaten Jember, terletak di ujung timur Pulau Jawa, menyimpan jejak-jejak peradaban yang beragam, mulai dari situs megalitik berusia ribuan tahun, artefak batu kapur, hingga temuan tembikar bercorak tradisional. Penelitian arkeologi sejak era kolonial menunjukkan bahwa wilayah ini menjadi persimpangan jalur perdagangan laut dan darat, sehingga tingginya konsentrasi artefak bukanlah kebetulan. Keberadaan menhir, dolmen, serta sisa-sisa permukiman pertanian kuno menegaskan Jember sebagai saksi bisu evolusi budaya Indonesia.

Namun, dalam dua dekade terakhir, tekanan pembangunan infrastruktur, pertambangan, serta perubahan penggunaan lahan mengancam kelestarian situs-situs tersebut. Banyak artefak yang hilang secara ilegal, sementara sebagian besar warga lokal belum menyadari nilai edukatif dan identitas yang terkandung di dalamnya. Di sinilah peran komunitas menjadi krusial.

Peran Forkom Bhattara Saptaprabhu

Forum Komunitas (Forkom) Bhattara Saptaprabhu Jember terbentuk pada awal 2015 sebagai wadah bagi pecinta sejarah, akademisi, serta penulis lokal. Kelompok ini menamakan diri mereka berdasarkan nama dewa pelindung budaya dalam kepercayaan lokal, menegaskan komitmen spiritual terhadap pelestarian warisan. Sejak berdiri, Forkom telah meluncurkan serangkaian program yang mencakup:

  • Penyuluhan di sekolah menengah tentang pentingnya artefak arkeologis.
  • Diskusi publik bersama pakar arkeologi nasional.
  • Ekspedisi lapangan untuk pencatatan dan inventarisasi situs.
  • Penerbitan buletin bulanan yang memuat hasil riset dan cerita-cerita lokal.

Koordinator Forkom, Zainollah Ahmad—seorang penulis buku sejarah dan pemerhati budaya—menekankan bahwa upaya mereka bukan sekadar hobi, melainkan gerakan sosial yang harus didukung pemerintah daerah dan lembaga pendidikan.

Ekspedisi Situs Arkeologis Juni 2026

Pada pertengahan Juni 2026, Forkom melaksanakan Ekspedisi Situs Arkeologis ke tiga lokasi strategis di kawasan selatan Jember: Situs Gunung Kidul, Lembah Bentar, dan Bukit Kedung. Tim yang terdiri dari 12 anggota, termasuk mahasiswa arkeologi Universitas Jember, melakukan pemetaan menggunakan GPS, dokumentasi foto 360°, serta pengambilan sampel batuan untuk analisis laboratorium.

Hasil sementara menunjukkan adanya lapisan kultur yang belum terdaftar dalam inventaris nasional, termasuk tembikar berornamen biru yang diperkirakan berusia 1.200 tahun. Penemuan ini membuka peluang bagi Jember menjadi pusat studi arkeologi regional, sekaligus meningkatkan potensi wisata edukatif.

Hari Purbakala 14 Juni 2026: Momentum Edukasi

Hari Purbakala Nasional diperingati setiap 14 Juni. Pada tahun 2026, peringatan ini dioptimalkan menjadi festival budaya yang menampilkan:

  1. Lokakarya pembuatan replika artefak menggunakan bahan lokal.
  2. Diskusi panel dengan arkeolog, antropolog, serta tokoh adat.
  3. Pameran foto “Jejak Peradaban Jember” yang menampilkan temuan terbaru.
  4. Program penanaman pohon di sekitar situs bersejarah sebagai bentuk restorasi lingkungan.

Zainollah Ahmad dalam wawancara eksklusif dengan RRI menegaskan, “Hari Purbakala bukan sekadar seremoni tahunan; ia adalah panggilan moral untuk melindungi napas sejarah di tengah derasnya arus modernisasi.” Ia menambahkan bahwa kesadaran generasi muda menjadi kunci utama, karena mereka akan menjadi pewaris dan penjaga memori kolektif.

Kronologi Kegiatan 2026

Tanggal Kegiatan
01‑05‑2026 Rapat koordinasi dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Jember.
14‑06‑2026 Hari Purbakala Nasional – festival edukasi, pameran, dan lokakarya.
15‑06‑2026 Peluncuran buletin “Jejak Jember” edisi khusus temuan Juni.
20‑06‑2026 Ekspedisi lapangan ke Situs Gunung Kidul.
22‑06‑2026 Ekspedisi ke Lembah Bentar.
24‑06‑2026 Ekspedisi ke Bukit Kedung dan penutupan dengan seminar publik.
29‑06‑2026 Pernyataan resmi Zainollah Ahmad kepada media mengenai pentingnya pelestarian.

Dampak Sosial, Pendidikan, dan Ekonomi

Sosial: Kesadaran warga meningkat, terbukti dari partisipasi lebih dari 2.000 relawan dalam kegiatan bersih‑situs dan penanaman pohon. Cerita‑cerita lokal yang dulu hanya beredar secara lisan kini diabadikan dalam buletin, memperkuat rasa kebanggaan identitas.

Pendidikan: Lebih dari 15 sekolah menengah di wilayah Jember mengintegrasikan modul Pelestarian Purbakala ke dalam kurikulum sejarah mereka. Mahasiswa arkeologi mendapatkan kesempatan magang lapangan, yang sebelumnya hanya tersedia di kota‑kota besar seperti Yogyakarta.

Ekonomi: Potensi wisata arkeologi mulai digali. Data awal menunjukkan peningkatan kunjungan wisatawan domestik sebesar 12% selama bulan Juni, dengan estimasi pendapatan tambahan bagi UMKM setempat mencapai Rp 1,2 miliar.

Tantangan dan Rekomendasi Kebijakan

Walaupun momentum positif, beberapa hambatan masih mengganjal:

  • Kurangnya regulasi yang mengikat pihak swasta dalam perlindungan situs.
  • Anggaran daerah yang belum dialokasikan secara khusus untuk konservasi.
  • Ketidaktahuan masyarakat pinggiran tentang prosedur pelaporan temuan ilegal.

Forkom mengusulkan tiga langkah kebijakan:

  1. Pembentukan Unit Pelestarian Purbakala di tingkat kabupaten dengan dana alokasi khusus.
  2. Penerapan sistem insentif bagi petani dan pemilik lahan yang melindungi situs di atas properti mereka.
  3. Pengembangan aplikasi seluler berbasis komunitas untuk melaporkan temuan secara real‑time.

Jika diterapkan, langkah‑langkah tersebut diharapkan dapat mengubah paradigma dari “penyimpanan pasif” menjadi “pengelolaan aktif” yang melibatkan semua pemangku kepentingan.

Dengan semangat Pelestarian Purbakala yang terus mengalir, Jember berada di jalur yang tepat untuk menjadikan warisan leluhurnya bukan hanya museum bisu, melainkan sumber inspirasi yang menuntun generasi mendatang menuju masa depan yang lebih berbudaya, cerdas, dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup