Sekjen AMSI Pusat Maryadi Tutup Usia, Rekan Sejawat Kehilangan Sosok Bersahaja
Plat Merah – Sebuah kabar duka menyelimuti komunitas media siber Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pusat, Maryadi, meninggal dunia pada Jumat (37/2026) sore di usia 53 tahun. Kepergian tokoh yang dikenal rendah hati ini memicu gelombang belasungkawa dari rekan-rekan di seluruh jaringan AMSI, termasuk dari pengurus pusat hingga cabang di daerah.
Kronologi Kematian yang Memilukan
| Waktu | Peristiwa |
|---|---|
| Jumat sore | Maryadi terlihat sehat saat belanja obat di Kimia Farma |
| Sesaat setelahnya | Pingsan saat tiba di RS Siloam Mampang, Jakarta Selatan |
| Saat ini | Jenazah disemayamkan di RS Siloam Mampang |
Profil Dedikasi Seorang Tokoh Media
Sejak bergabung dengan AMSI, Maryadi dikenal sebagai sosok yang tidak hanya berdedikasi tinggi terhadap perkembangan media siber Indonesia, tetapi juga memahami dinamika industri digital yang sangat cepat berubah. Pria yang akrab disapa MasDa ini turut aktif dalam berbagai inisiatif seperti:
- Penguatan standar etika jurnalistik digital
- Pelatihan literasi media untuk generasi muda
- Pemantauan regulasi internet yang pro-kreativitas
- Pengembangan platform kolaborasi media siber nasional
Duka yang Menyebar ke Seluruh Indonesia
Ketua AMSI Pusat, Wahyu Dhyatmika, menyampaikan duka melalui pesan yang viral di kalangan anggota AMSI. “Innalillahi wa inna ilaihi raji un. Telah berpulang ke rahmatullah Sekretaris Jenderal AMSI, Maryadi. Mohon doa dari seluruh keluarga besar AMSI agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan khilafnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan,” tulis Wahyu.
Staf Sekretariat AMSI, Darus, mengaku terkejut menyelami kejadian ini. “Kita masih OTW ke rumah sakit, belum tahu penyebabnya. Seminggu sebelumnya beliau terlihat sehat dan masih bercanda dengan rekan-rekan,” ujar Darus.
Implikasi bagi Industri Media
Kepergian Maryadi meninggalkan dampak multidimensi:
- Proses transisi kepemimpinan di AMSI yang membutuhkan waktu adaptasi
- Pelambatan sementara proyek kolaboratif media siber nasional
- Kenaikan kesadaran tentang pentingnya kesehatan jurnalis di era tekanan kerja digital
- Refleksi tentang perlunya sistem pendampingan profesional di organisasi media
Meninggalkan Warisan Tak Ternilai
Maryadi dikenang sebagai tokoh yang sederhana tetapi berpengaruh. Dalam wawancara terakhir dengan Sumselupdate.com, ia pernah menyatakan, “Kita harus menghargai media siber sebagai bagian dari demokrasi yang memerlukan perlindungan etika, tetapi juga inovasi.” Warisan ini kini menjadi tantangan bagi penerusnya.
Sebagai langkah lanjutan, AMSI berencana mengadakan seminar nasional di bulan Agustus 2026 untuk menghormati kontribusi Maryadi dalam pengembangan media digital Indonesia.
Kabar duka ini juga memicu diskusi tentang pentingnya asuransi kesehatan bagi jurnalis, terutama di organisasi media yang sering kali memiliki anggaran terbatas. Beberapa pengamat menyarankan agar AMSI segera memperluas program perlindungan kesehatan bagi anggotanya.
Di tengah duka ini, keluarga besar AMSI mengajak masyarakat untuk tetap fokus pada visi Maryadi, yaitu membangun ekosistem media digital yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Ini adalah bentuk penghormatan terbaik terhadap jasa sosok yang selalu terlihat sederhana tetapi mengilhami banyak orang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.





