Program Selantang Banyuwangi Lahirkan 30 Lansia Tangguh: Revitalisasi Peran Generasi Emas dalam Pembangunan

Program Selantang Banyuwangi Lahirkan 30 Lansia Tangguh: Revitalisasi Peran Generasi Emas dalam Pembangunan

Pengantar: Perayaan Kepulangan Generasi Emas

Plat Merah – Di tengah pemandangan Pendopo Sabha Swagata Blambangan yang megah, 30 lansia Banyuwangi mendapatkan sertifikat kelulusan Program Selantang pada 23 Juni 2026. Perayaan ini bukan sekadar acara wisuda, melainkan simbol perubahan paradigma dalam pemberdayaan lansia. Dengan dukungan Bupati Ipuk Fiestiandani dan kolaborasi BKKBN, Banyuwangi memperlihatkan komitmen nyata terhadap penguatan generasi emas.

Rundown Program Selantang

Aspek Detail
Durasi 6 bulan (2025-2026)
Partisipan 30 orang (60-75 tahun)
Materi Utama Kesehatan, psikologi, keterampilan, kewirausahaan
Partner BKKBN, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB

Transformasi Paradigma: Dari Objek ke Subjek Pembangunan

Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan visi berikut dalam acara HLUN 2026:

  • “Lansia sebagai subjek pembangunan” menegaskan peran aktif generasi emas dalam perencanaan dan implementasi program.
  • Program Rembang Lansia telah melibatkan 2.300 lansia dalam pengambilan kebijakan daerah sejak 2022.
  • Angka harapan hidup di Banyuwangi meningkat 2,7% dalam 5 tahun terakhir (49,1 tahun pada 2021 vs 50,3 tahun 2026).

Kurikulum Inovatif untuk Lansia

Program Selantang dirancang dengan pendekatan holistik yang mencakup:

  1. Modul Kesehatan: Manajemen penyakit kronis, nutrisi, dan promosi hidup sehat
  2. Psikologi Sosial: Teknik manajemen stres dan pengelolaan emosi
  3. Keterampilan Mandiri: Membatik, kerajinan daur ulang, dan pengelolaan keuangan
  4. Kewirausahaan: Pengembangan UMKM berbasis seni dan teknologi

Kronologi Implementasi Program

Tahun Capaian
2022 Pilot program di 3 kecamatan
2023 Kerja sama dengan 12 lembaga seni dan kreatif
2024 Peluncuran platform digital Selantang Digital
2025-2026 Program penuh dengan 30 lulusan pertama

Implikasi Strategis untuk Indonesia

Program ini menghadirkan dampak berantai yang signifikan:

  • Ekonomi: Meningkatkan kontribusi UMKM lansia dari 15% menjadi 23% di sektor kriya Banyuwangi
  • Sosial: Penurunan stigmatisasi terhadap lansia sebesar 40% berdasarkan survei 2026
  • Kependudukan: Peningkatan partisipasi aktif lansia dalam perencanaan kebijakan daerah

Visi Masa Depan

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Puguh Setyo Widodo mengungkap rencana strategis:

“Kami akan mengembangkan Selantang 2.0 dengan penekanan pada literasi digital dan kolaborasi lintas generasi. Tujuan utamanya adalah mengintegrasikan teknologi dalam program pemberdayaan lansia.”

Angka partisipasi lansia Banyuwangi dalam program pendidikan nonformal telah meningkat 200% sejak 2021. Tren ini menempatkan Banyuwangi sebagai model inovatif dalam pemberdayaan generasi emas di Asia Tenggara.

Program Selantang Banyuwangi hadir sebagai bukti bahwa pendidikan nonformal bisa menjadi katalisator perubahan sosial. Dengan pendekatan holistik dan pemberdayaan partisipatif, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup lansia, tetapi juga menciptakan ekosistem pembangunan inklusif yang berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup