Kebakaran di Gunung Bromo Sudah 2 Hari Belum Padam

Kebakaran di Gunung Bromo Sudah 2 Hari Belum Padam

PlatMerah.com, Bromo – Kebakaran yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah berlangsung selama dua hari berturut-turut tanpa tanda-tanda padam. Api masih membakar tebing di Blok Bantengan dengan kemiringan mencapai 80 derajat, sehingga menyulitkan upaya pemadaman.

Fakta Utama Kebakaran

<pSejak Senin malam, tim relawan dari Masyarakat Peduli Api (MPA) Ngadas telah berupaya menuju lokasi kebakaran. Namun, medan yang curam dan minim pencahayaan menghambat penanganan hingga Selasa pagi. Sampotono, Ketua MPA Ngadas, menyatakan bahwa titik api yang masih menyala berada di lokasi sulit dijangkau, yaitu di tebing curam.

Upaya Pemadaman oleh Tim Gabungan

Penanganan kebakaran dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang dan Lumajang, TNI-Polri, serta relawan masyarakat sekitar. Karena lokasi kebakaran yang sulit diakses, metode manual masih menjadi andalan, seperti memukul titik api menggunakan ranting pohon untuk memadamkan api.

Untuk mencegah meluasnya api, warga lokal, khususnya dari Desa Ngadas, membantu membuat sekat pembatas di sekitar titik api. Selain itu, petugas juga berupaya mendatangkan kendaraan yang membawa tandon air dan selang penyemprot, karena sumber air terletak jauh dari lokasi kebakaran.

Konteks dan Dampak Kebakaran

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru merupakan kawasan konservasi yang memiliki ekosistem penting dan menjadi destinasi wisata alam. Kebakaran yang berlangsung lama berpotensi merusak habitat flora dan fauna serta mengganggu aktivitas pariwisata di wilayah tersebut. Penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan untuk meminimalkan kerusakan lingkungan dan potensi kerugian ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Perkembangan Terbaru

Hingga Selasa sore, petugas masih terus berjibaku memadamkan api dengan berbagai metode yang memungkinkan di medan sulit. Upaya ini melibatkan koordinasi antara berbagai instansi dan masyarakat lokal guna memastikan kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke area lain di taman nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup