Stok Beras Sumsel Aman 10 Bulan, Herman Deru Siapkan Operasi Pasar Rp12.500 per Kg
PlatMerah.com, Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan stok beras di wilayahnya aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan ke depan. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyatakan tidak ada kebutuhan untuk panik meskipun harga beras premium mengalami kenaikan di pasaran.
Ketersediaan Stok Beras Aman
Setelah melakukan pengecekan langsung di gudang Perum Bulog, Herman Deru menegaskan bahwa stok beras medium masih dalam kondisi terkendali. Kenaikan harga yang terjadi lebih dominan pada jenis beras premium, sedangkan beras medium tetap stabil.
“Stok yang ada di gudang Bulog cukup untuk memasok kebutuhan beras di Sumatera Selatan selama 10 bulan ke depan,” ujar Herman Deru.
Persiapan Operasi Pasar
Meski stok beras dinilai aman, pemerintah provinsi menyiapkan operasi pasar untuk menjaga harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat. Herman Deru meminta agar operasi pasar segera dilaksanakan, tanpa menunggu bulan berikutnya.
Operasi pasar ini akan dimulai dalam dua hingga tiga hari ke depan dan akan berlanjut pada bulan September 2026. Harga beras medium dalam operasi pasar ditetapkan maksimal Rp12.500 per kilogram.
Peran Pemerintah Daerah dan Aparat
Untuk memperluas jangkauan operasi pasar, Herman Deru menginstruksikan bupati dan wali kota di Sumatera Selatan untuk melaksanakan inisiatif serupa di daerah masing-masing. Selain itu, unsur TNI dan Polri juga akan dilibatkan dalam pelaksanaan operasi pasar guna memastikan distribusi beras berjalan lancar dan harga tetap terkendali.
Imbauan kepada Masyarakat
Gubernur Herman Deru mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ia mengajak masyarakat membeli beras sesuai kebutuhan konsumsi sehari-hari agar stok beras tetap aman dan harga stabil.
“Jangan takut, jangan bingung, jangan panik. Beli sesuai konsumsi. Kami jamin stok beras tidak akan berkurang,” tegasnya.
Pengawasan Harga Beras
Masyarakat juga diminta untuk aktif mengawasi harga beras di pasaran. Jika ditemukan penjualan beras premium dengan harga di atas ketentuan operasi pasar, masyarakat dapat melaporkan hal tersebut kepada aparat pemerintah setempat seperti lurah atau camat.
“Jika ada yang memainkan harga, kami akan tindak tegas,” pungkas Herman Deru.
Dampak dan Harapan
Dengan stok beras yang memadai dan operasi pasar yang segera digelar, pemerintah provinsi berharap daya beli masyarakat tetap terjaga dan gejolak harga beras dapat diminimalisir. Langkah ini juga diharapkan dapat mencegah kepanikan yang dapat mengganggu stabilitas pasokan pangan di Sumatera Selatan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










