Cerita di Balik Film Beautiful Pain: Baim Wong, Raihaanun, dan Isu KDRT yang Diangkat

Cerita di Balik Film Beautiful Pain: Baim Wong, Raihaanun, dan Isu KDRT yang Diangkat

PlatMerah.com – Film Beautiful Pain menjadi sorotan publik sebagai karya debut penyutradaraan Dmaz Brodjonegoro yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan perjuangan seorang ibu. Film ini diproduseri oleh Hanung Bramantyo dan Nikita Mirzani, dengan Raihaanun berperan sebagai Niken dan Baim Wong sebagai Dirga, suami Niken.

Dmaz Brodjonegoro mengaku sejak lama mengagumi kemampuan akting Raihaanun, terutama dalam film Lovely Man (2011) dan 27 Steps of May (2018). Saat mengembangkan skenario Beautiful Pain, Dmaz merasa Raihaanun sangat cocok memerankan karakter Niken yang kompleks dan berlapis. Kejutan datang ketika Hanung memberitahukan bahwa Raihaanun bersedia bergabung dalam proyek ini.

Sementara itu, Baim Wong yang memerankan Dirga mengungkapkan cerita unik saat ditawari film ini. Awalnya ia mengira Hanung Bramantyo akan menyutradarai, namun sutradara sebenarnya adalah Dmaz Brodjonegoro. Meskipun sempat bingung karena Baim masih dalam perselisihan dengan Nikita Mirzani yang menjadi executive producer, ia akhirnya menerima tawaran tersebut. Setelah menonton hasil akhir film, Baim memuji cara penyutradaraan Dmaz yang steady dan mampu menyampaikan rasa secara mendalam dalam setiap adegan.

Isu KDRT dan Perjuangan Ibu dalam Beautiful Pain

Film ini mengangkat isu serius tentang kekerasan dalam rumah tangga dan dampaknya terhadap korban, khususnya perempuan. Teaser poster menampilkan visual pecahan kaca yang melambangkan jiwa karakter utama yang hancur akibat pengkhianatan dan KDRT. Niken, yang diperankan Raihaanun, digambarkan berjuang melarikan diri bersama anak-anaknya untuk menyembuhkan traumanya dan memulai hidup baru.

Sutradara Dmaz menegaskan bahwa daya tarik utama film ini adalah keteguhan dan perjuangan tokoh utama yang mampu menemukan kekuatan di tengah luka dan penderitaan. Baim Wong menambahkan bahwa konflik psikologis yang disajikan sangat dekat dengan realitas masyarakat sehari-hari dan film ini menghadirkan intensitas emosi yang tinggi.

Proyek ini juga menjadi tonggak baru bagi Nikita Mirzani sebagai executive producer. Nikita menyebut Beautiful Pain sebagai suara dan dorongan moral bagi para korban hubungan toksik yang selama ini terpaksa bungkam, serta menegaskan bahwa berani keluar dari situasi tersebut adalah pilihan yang jauh lebih mulia dibandingkan bertahan dalam siksaan.

Beautiful Pain dijadwalkan tayang di bioskop pada 22 Oktober 2026 dan diharapkan dapat membuka kesadaran serta diskusi lebih luas tentang isu KDRT di masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup