Wabup Solok 2 Orang Hilang, 4 Luka Akibat Banjir Bandang
PlatMerah.com, Solok – Banjir bandang yang melanda kompleks perkantoran bupati di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam (29 September 2026) menyebabkan dua orang dinyatakan hilang dan empat orang mengalami luka-luka. Wakil Bupati Solok, Candra, menyampaikan bahwa tim evakuasi dan pencarian masih aktif beroperasi di lapangan.
Fakta Utama Kejadian
Banjir bandang atau galodo yang terjadi di Arosuka, pusat Kabupaten Solok, membawa material banjir dalam jumlah besar yang menghalangi akses jalan dan menimbulkan kerusakan pada fasilitas pemerintahan serta rumah warga. Empat kendaraan berat dan beberapa mobil ditemukan tertimbun material banjir akibat kejadian ini.
Penanganan dan Evakuasi Korban
Empat korban luka telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di Semen Padang Hospital di Kota Padang serta RSUD Arosuka Solok. Tim terdiri dari tiga kelompok pencarian terus berupaya menemukan dua orang yang belum ditemukan pascabencana.
Selain penanganan korban, pembersihan material banjir juga menjadi prioritas utama. Personel Brimob Polda Sumbar turut dikerahkan untuk membantu menggunakan alat berat dalam membersihkan puing dan lumpur yang menutupi area terdampak.
Kondisi Infrastruktur dan Dampak Banjir
Jalan nasional dan provinsi yang menghubungkan Padang dan Solok kini sudah dapat dilalui kembali meskipun masih terdapat kendaraan yang tertimbun di beberapa titik. Kerusakan terjadi pada sejumlah kantor pemerintahan dan rumah warga yang terdampak langsung oleh aliran banjir bandang.
Konteks dan Pentingnya Penanganan
Banjir bandang merupakan bencana alam yang kerap terjadi di daerah rawan di Sumatera Barat, terutama saat musim hujan lebat. Kejadian di Solok ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan penanganan cepat agar dampak kerugian dapat diminimalkan, serta keselamatan warga dapat terjamin.
Perkembangan Terkini
Pendataan dampak banjir bandang masih terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk memastikan kebutuhan warga dan perbaikan infrastruktur dapat segera ditangani. Upaya koordinasi antara pemerintah daerah, petugas keamanan, dan tim medis menjadi kunci dalam proses pemulihan pascabencana ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.














