Cerita Korban Kebakaran Kebayoran Lama Jenguk Orang Tua, Lihat Api Sudah Besar

Cerita Korban Kebakaran Kebayoran Lama Jenguk Orang Tua, Lihat Api Sudah Besar

PlatMerah.com, Jakarta – Kebakaran hebat melanda permukiman di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa malam (22/9/2026). Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 25 rumah, termasuk rumah milik Andri (34), yang saat itu sedang menjenguk orang tuanya yang lanjut usia.

Kejadian Kebakaran dan Kesaksian Korban

<pAndri menceritakan bahwa ia datang ke rumah orang tuanya sekitar pukul 20.00 WIB. Saat berada di sana, ia melihat api mulai muncul dari bagian depan rumah dan dengan cepat membesar serta merambat ke bagian lain bangunan.

“Iya pas lagi nengokin. Orangtua sudah sepuh kan. Eh lihat api tiba-tiba sudah besar,” ujar Andri. Ia mengaku sangat terpukul melihat kondisi rumah keluarganya yang ikut terdampak kebakaran.

Di lokasi yang sama, Roni (45), salah satu warga yang rumahnya juga terbakar, menuturkan bahwa kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 20.15 WIB. Berdasarkan informasi dari warga sekitar, api diduga berasal dari rumah seorang penghuni kontrakan di bagian depan yang sedang memasak air menggunakan teko elektrik.

Roni menjelaskan, penghuni kontrakan tersebut meninggalkan kamar dalam keadaan terkunci untuk mandi, sehingga saat api mulai membesar, warga kesulitan membuka pintu untuk memadamkan.

Penyebab dan Kondisi Saat Kebakaran

Menurut keterangan Roni, api bermula dari bagian depan karena penggunaan teko elektrik yang dipakai memasak air. Ketika api mulai membesar, asap tebal mengepul dan kobaran api menyebar dengan cepat ke rumah-rumah di sekitarnya.

Meski hujan turun malam itu, angin yang cukup kencang membuat api lebih cepat merambat, terlebih karena sebagian besar rumah di lokasi terbuat dari bahan mudah terbakar seperti kayu dan bahan ringan lainnya.

Dampak Kebakaran dan Tindakan Warga

Kebakaran ini menyebabkan sekitar 25 rumah hangus terbakar, dengan kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 2,1 miliar. Sebanyak 150 orang warga terdampak harus meninggalkan rumah mereka dan menempati tenda pengungsian sementara waktu.

Meski kerusakan sangat parah, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini, sehingga warga dan pihak berwenang dapat bernapas lega.

Upaya Penanganan dan Kondisi Saat Ini

Petugas pemadam kebakaran segera turun tangan untuk memadamkan api di lokasi kejadian. Garis polisi dipasang di sejumlah titik di depan rumah yang terdampak untuk mengamankan area dan mencegah kerumunan warga yang dapat mengganggu proses penanganan.

Warga yang terdampak saat ini masih bertahan di tenda pengungsian sambil menunggu bantuan dan informasi lebih lanjut terkait kondisi rumah mereka dan kemungkinan relokasi sementara.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup