Anak SD di Medan Diduga Dikeroyok Pelajar SMP, Ortu Pelaku Ancam Tabrak Korban
PlatMerah.com, Medan – Seorang anak SD di Medan dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa pelajar SMP pada Selasa malam di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sri Mati, Kecamatan Medan Maimun. Kejadian ini memicu trauma hingga korban takut bersekolah.
Fakta Utama Kejadian
Wakapolsek Medan Kota, AKP Harles Ritcher Gultom, menjelaskan bahwa para pelaku pengeroyokan merupakan tetangga sekaligus teman korban. Insiden bermula dari cekcok yang kemudian berujung pada tindak kekerasan oleh tiga pelajar SMP terhadap korban yang masih duduk di bangku SD kelas 6. Meskipun penyebab cekcok belum dirinci secara detail, dugaan ketersinggungan akibat perkataan menjadi pemicu.
Lebih lanjut, Harles menyampaikan bahwa korban juga menerima ancaman serius dari salah satu orang tua pelaku yang mengancam akan menabrak korban menggunakan becak jika korban kembali bersekolah.
Reaksi Korban dan Keluarga
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami trauma sehingga enggan pergi ke sekolah. Hal ini disampaikan oleh Rahmadana, tante korban, yang awalnya tidak mengetahui kejadian tersebut hingga mendapati keponakannya menolak bersekolah dan mengeluhkan sakit badan. Saat dikonfirmasi ke pihak sekolah, diketahui bahwa korban tidak masuk sekolah karena dikeroyok oleh teman-temannya.
Rahmadana juga menyebutkan bahwa keluarga sempat mengalami ketegangan setelah orang tua pelaku datang ke rumah mereka dan terjadi keributan. Kondisi ini semakin memperparah ketakutan korban sehingga hingga saat ini korban belum berani kembali ke sekolah.
Tindakan Kepolisian
Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan, Iptu Dearma Agustina, menyatakan bahwa korban telah melapor ke polisi dan menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian mengingat para pelaku juga masih di bawah umur.
Konteks dan Pentingnya Penanganan
Kekerasan yang melibatkan anak-anak di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius karena dapat berdampak jangka panjang pada perkembangan korban, baik secara psikologis maupun sosial. Ancaman kekerasan yang juga melibatkan orang tua pelaku menambah kompleksitas kasus yang harus ditangani dengan hati-hati oleh aparat penegak hukum dan pihak terkait.
Penanganan yang cepat dan adil diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi korban serta mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













