Korban Tewas Banjir Bandang Nepal dan Cina Bertambah Jadi 633 Jiwa, Hampir 3.000 Hilang
PlatMerah.com, Kathmandu – Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Nepal dan wilayah Tibet di Cina terus meningkat, mencapai 633 jiwa per Sabtu (29/8). Selain itu, hampir 3.000 orang masih dilaporkan hilang, termasuk warga asing dan penduduk lokal.
Di Nepal, korban tewas tercatat mencapai 626 orang dengan 2.426 orang lainnya masih belum ditemukan, menurut data dari Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal. Wilayah seperti Chitwan dan Nawalparasi Timur menjadi yang paling parah terdampak. Tim pencarian masih aktif melakukan evakuasi dan menemukan jenazah yang terseret arus sungai. Beberapa korban bahkan ditemukan hingga perbatasan Nepal dengan India.
Selain itu, lebih dari 700 warga asing termasuk di antaranya 320 warga India, dilaporkan hilang di Nepal. Pemerintah India menyatakan sedang melakukan upaya pencarian dan telah menyelamatkan puluhan warganya, termasuk 63 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli-1. Sekitar 100 orang keturunan India dengan kewarganegaraan lain juga masih belum dapat dihubungi.
Di sisi lain, di Tibet, Cina, tujuh orang dilaporkan meninggal dan 554 lainnya masih hilang akibat bencana serupa. Gangguan komunikasi dan kerusakan infrastruktur memperlambat operasi pencarian dan penyelamatan di daerah terdampak.
Faktor Penyebab dan Dampak
Banjir bandang ini dipicu oleh hujan deras yang menyebabkan meluapnya Sungai Bhotekoshi dan Trishuli, kedua sungai utama yang berhulu di kawasan Himalaya. Medan yang terjal, longsor, serta kerusakan jalan dan infrastruktur juga memperparah kondisi evakuasi dan penyelamatan korban.
Bencana ini tidak hanya menimbulkan kerugian jiwa yang besar, tetapi juga berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat dan perekonomian di wilayah terdampak. Ribuan orang telah diselamatkan dan mendapatkan perawatan, namun upaya pemulihan masih berlangsung intensif oleh otoritas setempat dengan melibatkan ribuan personel SAR.
Situasi di Perbatasan India
Beberapa jenazah korban banjir bandang ditemukan mengapung di sungai-sungai di negara bagian Uttar Pradesh, India, yang berbatasan langsung dengan Nepal. Identifikasi terhadap jenazah ini masih berlangsung oleh pihak berwenang setempat. Kondisi ini menunjukkan betapa dahsyatnya arus banjir yang mampu membawa korban hingga ke wilayah lintas negara.
Kerja sama lintas batas antara Nepal, India, dan Cina menjadi penting dalam menghadapi dampak bencana ini, terutama dalam operasi pencarian dan penyelamatan serta pemberian bantuan kemanusiaan.
Hingga kini, operasi SAR terus berlanjut dengan fokus utama menemukan korban hilang dan membantu warga terdampak untuk segera pulih dari musibah ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













