Trump Tegaskan Tidak Akan Gunakan Senjata Nuklir untuk Iran dan Usulkan Penggantian Nama Selat Hormuz

Trump Tegaskan Tidak Akan Gunakan Senjata Nuklir untuk Iran dan Usulkan Penggantian Nama Selat Hormuz

PlatMerah.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa AS tidak akan menggunakan senjata nuklir dalam konfrontasi dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan menyusul kabar yang beredar mengenai kemungkinan penggunaan senjata nuklir setelah serangan militer AS terhadap fasilitas Iran di Pulau Larak, Selat Hormuz.

Trump menyebut pertanyaan mengenai opsi penggunaan bom nuklir sebagai “pertanyaan bodoh” dan menegaskan bahwa Iran telah dikalahkan secara militer sehingga tidak ada alasan untuk eskalasi tersebut. “Mereka telah dikalahkan sepenuhnya, jadi saya tidak perlu menggunakan senjata nuklir,” ujar Trump saat menjawab wartawan di Gedung Putih.

Serangan militer AS oleh CENTCOM di Pulau Larak pada akhir Agustus 2026 dilakukan untuk menanggapi persiapan Iran meluncurkan roket dan ranjau laut ke Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi titik penting bagi arus perdagangan minyak global. CENTCOM juga telah melakukan pembersihan ranjau laut sebelumnya untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut.

Upaya Pengendalian Selat Hormuz dan Penggantian Nama

Selain konfrontasi militer, Trump juga menyatakan keinginannya untuk mengganti nama Selat Hormuz menjadi “Selat Trump” sebagai simbol pengendalian AS atas jalur perairan strategis tersebut. Ia berargumen bahwa saat ini AS, bukan Iran, yang menguasai wilayah tersebut. Usulan ini mengikuti kebijakan serupa yang pernah dilakukan Trump, seperti mengubah nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika dan Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika, meskipun kedua perubahan tersebut belum diakui oleh negara tetangga Kanada dan Meksiko.

Konflik dan Kebijakan AS terhadap Iran

Konflik antara AS dan Iran masih berlangsung intens dengan berbagai serangan militer terbatas. Trump mengindikasikan kemungkinan serangan tambahan untuk mencegah Iran memulihkan kekuatan militernya, meskipun tanpa menggunakan senjata nuklir. Ia menyatakan bahwa sebagian besar pemimpin Iran telah tewas, dan kekuatan angkatan laut serta udara Iran telah hancur.

Penggunaan senjata nuklir oleh negara manapun telah dilarang secara internasional melalui Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons (TPNW) yang mulai berlaku sejak 2021. AS sendiri terakhir kali menggunakan senjata nuklir dalam Perang Dunia II pada tahun 1945.

Situasi ini menjadi perhatian global mengingat pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur utama ekspor minyak dan perdagangan dunia. Ketegangan yang berkelanjutan antara AS dan Iran dapat berdampak pada stabilitas ekonomi dan keamanan kawasan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup