Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81

Indonesia Bawa Isu Ketahanan Global dan Palestina ke Sidang Umum PBB ke-81

PlatMerah.com, New York – Indonesia mengangkat isu ketahanan global dan perdamaian Palestina dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 yang berlangsung di New York, Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan National Statement Indonesia yang menekankan pentingnya membangun ketahanan bersama untuk menghadapi tantangan global serta memperkuat sistem multilateralisme dan peran negara-negara Global South.

Isu Ketahanan Global dan Perdamaian Palestina

Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari kebijakan luar negeri dan amanat konstitusi untuk menghapuskan penjajahan. Indonesia aktif menyuarakan posisi ini dalam berbagai forum nasional dan internasional, termasuk dalam Sidang Umum PBB ke-81.

Setibanya di New York, Sugiono menghadiri sejumlah pertemuan tingkat tinggi dan bilateral yang berkaitan dengan perdamaian di Palestina. Salah satunya adalah pertemuan Group of Eight, koalisi negara mayoritas Muslim yang mengawal isu Palestina, yang terdiri dari Indonesia, Qatar, Turki, Mesir, Jordania, Pakistan, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Fokus Group of Eight

  • Mendorong gencatan senjata permanen di wilayah konflik.
  • Memastikan bantuan kemanusiaan sampai ke masyarakat yang membutuhkan.
  • Mempercepat pemulihan dan rekonstruksi di Gaza.

Pertemuan ini berlangsung pada 21 September 2026, bertepatan dengan Sidang Majelis Umum PBB ke-81.

Langkah Implementasi Solusi Dua Negara

Selain itu, Sugiono juga menghadiri pertemuan The Road Ahead One Year After The New York Declaration yang membahas langkah konkret mendorong implementasi solusi dua negara dan proses perdamaian di Gaza. Forum ini meninjau kembali komitmen yang telah dibuat tahun sebelumnya dan membahas strategi pelaksanaannya.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan pentingnya jalur solusi dua negara sebagai kunci perdamaian di kawasan dalam pertemuan tingkat tinggi pada 22 September 2026.

Peran Indonesia dalam Forum MIKTA dan Kerja Sama Lintas Kawasan

Indonesia turut berpartisipasi dalam forum konsultasi informal MIKTA yang terdiri dari Meksiko, Korea Selatan, Turki, Australia, dan Indonesia. Dalam forum ini, Indonesia menekankan peran MIKTA sebagai jembatan yang mampu menjembatani perbedaan dan mendorong kerja sama konkret antar negara di tengah dinamika global yang kompleks.

Selain itu, Indonesia juga menghadiri pertemuan tingkat menteri ASEAN dengan empat negara anggota Pacific Alliance, yaitu Meksiko, Kolombia, Peru, dan Chile. Pertemuan ini membahas penguatan kemitraan di berbagai bidang seperti pendidikan, pariwisata, digitalisasi, dan pengembangan kota pintar untuk memberikan manfaat konkret bagi kedua kawasan.

Signifikansi dan Dampak

Kehadiran Indonesia dalam berbagai agenda Sidang Umum PBB ke-81 menunjukkan komitmen kuat negara dalam memperjuangkan isu penting seperti ketahanan global, perdamaian Palestina, serta penguatan sistem multilateralisme. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di forum internasional sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam penyelesaian isu global yang kompleks.

Dengan menempatkan isu Palestina sebagai prioritas, Indonesia juga memperkuat solidaritas dengan negara-negara mayoritas Muslim dan negara berkembang, serta mendukung terciptanya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup