Serangan Israel Tewaskan 5 Warga Palestina di Gaza, 4 di Antaranya Perempuan
PlatMerah.com, Gaza – Serangan udara yang dilakukan Israel pada Sabtu dini hari, 3 Oktober 2026, menghantam sebuah gedung apartemen di Kota Gaza dan menewaskan lima warga Palestina, empat di antaranya perempuan. Korban termasuk Maisa Abu Dawoud dan putrinya Mary, warga Palestina beragama Kristen, yang meninggal setelah apartemen mereka terbakar akibat serangan tersebut.
Fakta Utama Serangan
Ledakan terjadi saat sebagian besar warga sedang tidur, menyebabkan kepanikan dan upaya evakuasi korban dari reruntuhan bangunan. Serangan ini menghancurkan bagian gedung apartemen dan memicu kebakaran hebat. Militer Israel menyatakan serangan dilakukan untuk menargetkan Ali al-Amoudi, yang disebut sebagai pimpinan kantor politik Hamas di Gaza, namun belum dipastikan apakah serangan tersebut sama dengan yang menewaskan lima warga sipil.
Reaksi Warga dan Evakuasi Korban
Saksi mata melaporkan mendengar ledakan keras dan rentetan serangan bertubi-tubi yang membuat anak-anak terbangun dan berlari keluar rumah dalam ketakutan. Para korban ditemukan di antara reruntuhan dan dievakuasi oleh warga serta petugas Pertahanan Sipil yang berupaya menyelamatkan orang-orang yang terjebak.
Penghormatan dan Pemakaman Korban
Jenazah Maisa dan Mary dibawa ke Gereja Saint Porphyrius di Kota Gaza untuk dimakamkan. Kerabat dan warga, termasuk umat Muslim, memberikan penghormatan terakhir. Patriarkat Ortodoks Yunani Yerusalem menyampaikan belasungkawa dan menyerukan penghentian perang serta perlindungan terhadap warga sipil, menyoroti posisi komunitas Kristen sebagai kelompok minoritas di Gaza, yang hanya sekitar 1 persen dari populasi lebih dari 2 juta jiwa.
Konteks Konflik dan Gencatan Senjata
Serangan ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara Israel dan Hamas. Israel mengklaim Hamas kembali mempersenjatai dan melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat, sementara Hamas membantah dan menuduh Israel merusak kesepakatan tersebut. Gencatan senjata itu mencakup rencana rekonstruksi Gaza, pelucutan senjata Hamas, dan penarikan pasukan Israel, namun pelaksanaannya masih mengalami hambatan.
Dampak Serangan Terhadap Warga Gaza
Pejabat kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 1.400 warga Palestina tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober tahun lalu. Sementara itu, Israel menyatakan empat tentaranya tewas akibat serangan kelompok bersenjata di Gaza dalam periode yang sama. Konflik yang terus berlanjut menimbulkan dampak besar bagi warga sipil dan memperburuk situasi kemanusiaan di Gaza.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.














