Inovasi Terapi Kreatif: Universitas Wiraraja dan Kopdas Sumenep Kembangkan Program Ecoprint untuk ODGJ

Inovasi Terapi Kreatif: Universitas Wiraraja dan Kopdas Sumenep Kembangkan Program Ecoprint untuk ODGJ

Latar Belakang: Menjawab Tantangan Kesehatan Mental dengan Pendekatan Kreatif

Plat Merah – Di tengah meningkatnya angka Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Indonesia, inisiatif inovatif menjadi kunci untuk memperbaiki layanan rehabilitasi. Laporan Kementerian Kesehatan 2024 mencatat sekitar 3,5 juta ODGJ di Indonesia, dengan 60% di antaranya belum mendapatkan layanan komprehensif. Di Kabupaten Sumenep, Madura, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Wiraraja bersama Komunitas Peduli Orang dengan Gangguan Jiwa (Kopdas) Sumenep menghadirkan solusi unik melalui pelatihan Ecoprint Occupational Therapy pada 5 Juli 2026.

Sinergi Perguruan Tinggi dan Komunitas: Model Kolaboratif

Pelatihan ini menandai kolaborasi strategis antara institusi pendidikan dan komunitas. Dr. Eko Mulyadi, Ketua Tim PKM Universitas Wiraraja, menjelaskan bahwa pendekatan ini mengintegrasikan keahlian akademik dengan pengalaman lapangan Kopdas. “Universitas menyediakan metode terapi yang teruji, sementara Kopdas memastikan pendampingan sesuai kebutuhan lokal,” ujarnya. Kolaborasi ini sejalan dengan rekomendasi WHO 2023 tentang perlunya partisipasi masyarakat dalam layanan kesehatan mental.

Rincian Pelatihan: Membangun Kapasitas Relawan

JamAktivitasNarasumber
08.00-08.30Sesi Pembuka dan Pengantar Ekoprintdr. Laos Susantina
08.30-09.30Penyaringan ODGJ yang Layak Ikut TerapiDr. Eko Mulyadi
09.30-10.30Praktik Mengetuk Daun (Pounding) di KainDian Ika Puspitasari
10.30-11.00Diskusi Kebijakan Terapi KerjaDody Tri Kurniawan

Manfaat Terapi Ecoprint: Lebih dari Hanya Teknik Kreatif

  • Meningkatkan Konsentrasi: Proses pencetakan daun membutuhkan fokus yang meningkatkan fungsi kognitif.
  • Pengembangan Motorik: Koordinasi tangan-mata selama proses ecoprint melatih keterampilan motorik halus.
  • Penguatan Sosial: Bekerja bersama dalam kelompok membantu pengembangan interaksi sosial yang positif.
  • Kemandirian Ekonomi: Produk ecoprint berpotensi dijual, menciptakan sumber penghasilan bagi ODGJ.

Dampak Berkelanjutan: Transformasi Sosial dan Ekonomi

Program ini tidak hanya memberdayakan ODGJ tetapi juga menciptakan model ekonomi kreatif berbasis komunitas. Menurut studi Universitas Airlangga 2025, seni kreatif dapat meningkatkan partisipasi sosial ODGJ hingga 40%. Dengan 23 relawan yang dilatih, diharapkan 150 ODGJ di Sumenep bisa mendapatkan pendampingan tahun ini. Produk ecoprint yang dihasilkan berpotensi menembus pasar ekowisata lokal dan ekspor kerajinan daur ulang.

Masa Depan: Replikasi Model dan Kebijakan

Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. Rina Widyastuti, menyambut baik inisiatif ini. “Kami sedang membahas anggaran tahun 2027 untuk memperluas program ini ke 15 kecamatan. Model ini bisa menjadi blueprint nasional,” jelasnya. Pemerintah pusat juga melalui Kementerian Riset dan Teknologi sedang mempertimbangkan pengintegrasian terapi kreatif dalam kurikulum rehabilitasi nasional.

Gerakan ini memberikan harapan baru bahwa pemulihan ODGJ tidak hanya bergantung pada obat-obatan tetapi juga pada penguatan potensi kreatif dan ekonomi. Dengan pendekatan yang humanis dan inovatif, Sumenep menunjukkan bahwa setiap individu, termasuk ODGJ, bisa menjadi agen perubahan dalam masyarakat yang lebih inklusif.”

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup