Kemenkes Tinjau RS KIM Muaraenim, Dinilai Siap Terapkan RBKP, iDRG dan KRIS

Kemenkes Tinjau RS KIM Muaraenim, Dinilai Siap Terapkan RBKP, iDRG dan KRIS

PlatMerah.com, Muaraenim – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan peninjauan kesiapan Rumah Sakit KIM Muaraenim dalam menghadapi penerapan kebijakan pelayanan kesehatan berbasis RBKP, iDRG, dan KRIS. Peninjauan ini berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026, sebagai bagian dari Advokasi Uji Coba yang melibatkan Tim Verifikasi dan Validasi dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Muaraenim, serta BPJS Kesehatan.

Kesiapan Rumah Sakit KIM Muaraenim

Direktur RS KIM, dr. Ayu Aryani, MARS, memaparkan berbagai aspek kesiapan rumah sakit dalam mendukung implementasi kebijakan tersebut. Presentasi mencakup ketersediaan fasilitas seperti kamar dan tempat tidur, luas bangunan, serta kesiapan pelayanan medis yang ada. Selain itu, RS KIM juga memaparkan perkembangan sistem teknologi informasi yang sudah terintegrasi antara Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dengan sistem e-klaim secara otomatis tanpa hambatan.

Baca juga:

Respons dan Evaluasi dari Tim Verifikasi

Dalam sesi diskusi, Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan RI, dr. Obrin Parulian, M.Kes., memberikan respons positif terhadap persiapan RS KIM. RS KIM dinilai siap melaksanakan RBKP, iDRG, dan KRIS. Meski dinilai siap, kegiatan ini juga berfungsi sebagai evaluasi untuk mengidentifikasi aspek yang perlu disempurnakan agar implementasi kebijakan dapat berjalan optimal.

Koordinasi dan Langkah Selanjutnya

Persiapan pelaksanaan RBKP, iDRG, dan KRIS dilakukan melalui koordinasi erat antara RS KIM, Kementerian Kesehatan RI, BPJS Kesehatan, serta Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Muaraenim. Langkah tindak lanjut akan difokuskan pada pemenuhan seluruh persyaratan yang diperlukan.

Baca juga:

Manfaat Implementasi Kebijakan

Penerapan kebijakan RBKP, iDRG, dan KRIS di RS KIM diharapkan mampu meningkatkan mutu, efektivitas, dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Muara Enim dan sekitarnya. Integrasi teknologi informasi dan kesiapan sumber daya menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan implementasi ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Tutup