Baznas dan Dinkes Rohul Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 320 Anak dari Keluarga Kurang Mampu

Baznas dan Dinkes Rohul Gelar Khitanan Massal Gratis untuk 320 Anak dari Keluarga Kurang Mampu

Plat Merah – PASIR PENGARAIAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama Dinas Kesehatan setempat resmi meluncurkan program bakti sosial khitanan massal gratis bagi 320 anak dari keluarga fakir dan miskin. Program kemanusiaan terpadu ini dicanangkan pada Kamis, 18 Juni 2026, sebagai wujud nyata sinergi antara lembaga zakat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat kurang mampu.

Latar Belakang dan Tujuan Program

Khitanan massal gratis ini merupakan bagian dari program rutin Baznas Rohul yang setiap tahun menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera. Ketua Baznas Rokan Hulu, H. Baihakki Adhuha, Lc., M.A., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bermotif ibadah, tetapi juga upaya konkret meringankan beban ekonomi orang tua yang kesulitan membiayai khitan anaknya. “Target akumulatif kami di seluruh wilayah Rokan Hulu adalah sebanyak 320 anak dengan plot total anggaran stimulan mencapai Rp200 juta. Kami optimis seluruh draf tahapan program selesai tepat waktu. Ini adalah bentuk realisasi syariat Islam sekaligus ikhtiar konkret membantu meringankan beban ekonomi saudara-saudara kita yang kurang mampu,” ujar Baihakki.

Kepala Dinas Kesehatan Rokan Hulu melalui Kepala Puskesmas Rambah, Gus Aedy, menambahkan bahwa program ini juga bertujuan meningkatkan derajat kesehatan anak, terutama dalam hal pencegahan infeksi saluran kemih dan penyakit lainnya yang dapat diminimalisir melalui khitan. “Faktor keselamatan pasien dan mutu kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, setiap anak diwajibkan menjalani tahapan skrining atau pemeriksaan kesehatan awal sebelum dilakukan tindakan bedah minor,” tegas Gus Aedy.

Rincian Pelaksanaan dan Zonasi

Program khitanan massal ini dilaksanakan secara bertahap dengan sistem zonasi yang melibatkan sembilan kecamatan di Rokan Hulu. Pada fase pertama, mobilisasi pelayanan medis dipusatkan di Kecamatan Rambah dengan total sasaran 90 anak, serta Kecamatan Bangun Purba sebanyak 35 anak. Khusus di wilayah Rambah, kuota pembiayaan dibagi secara proporsional, yaitu 50 anak ditanggung melalui dana zakat Baznas dan 40 anak diakomodasi oleh anggaran Dinas Kesehatan. Berikut adalah rincian distribusi peserta dan fasilitas penunjang di setiap kecamatan:

KecamatanJumlah Peserta
Rambah90
Bangun Purba35
Rambah Hilir35
Rambah Samo35
Ujung Batu35
Tandun35
Kepenuhan35
Tambusai Utara35
Rokan IV Koto25
Total320

Setiap anak yang berpartisipasi mendapatkan fasilitas gratis berupa:

  • Jasa tindakan tenaga kesehatan profesional
  • Uang saku tunai
  • Kain sarung
  • Celana khusus khitan
  • Paket konsumsi untuk anak beserta orang tua pendamping

Persiapan dan Antisipasi Lonjakan Peserta

Gus Aedy mengonfirmasi bahwa animo masyarakat terhadap program intervensi sosial ini sangat tinggi. Untuk mengantisipasi lonjakan peserta, Puskesmas Rambah telah menyiagakan fasilitas sarana prasarana penunjang berupa unit tempat tidur medis (bed), ketersediaan logistik obat-obatan, serta tim perawat kompeten. “Kami sudah menyiapkan ruang tindakan yang memadai dan tim medis yang berpengalaman. Setiap anak akan menjalani skrining kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan kondisi mereka layak menjalani prosedur,” jelas Gus Aedy.

Dampak dan Implikasi Program

Program khitanan massal gratis ini memberikan dampak positif yang signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan layanan khitan yang aman dan steril tanpa biaya, sehingga orang tua tidak perlu khawatir dengan biaya yang bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Secara tidak langsung, program ini juga mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan reproduksi dan kebersihan diri. Selain itu, dengan adanya skrining kesehatan awal, potensi masalah kesehatan lain pada anak dapat terdeteksi lebih dini.

Dari sisi ekonomi, program ini membantu meringankan beban keuangan keluarga miskin yang mungkin harus memilih antara biaya khitan dan kebutuhan pokok lainnya. Dengan total anggaran Rp200 juta, program ini juga menjadi stimulus ekonomi lokal karena melibatkan tenaga kesehatan setempat dan pembelian perlengkapan dari pedagang lokal.

Pihak medis juga mengimbau para orang tua untuk aktif melakukan kontrol kesehatan pasca-khitan di puskesmas kecamatan masing-masing. Proses perawatan lanjutan tersebut dapat diakses dengan memanfaatkan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/BPJS) atau fasilitas Universal Health Coverage (UHC) yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. Hal ini memastikan bahwa perawatan pasca-operasi tetap berjalan optimal tanpa membebani biaya tambahan bagi keluarga.

Kronologi dan Tahapan Program

  1. 18 Juni 2026: Pencanangan program khitanan massal gratis oleh Baznas dan Dinkes Rohul.
  2. Fase Pertama (Juli 2026): Pelaksanaan di Kecamatan Rambah (90 anak) dan Bangun Purba (35 anak).
  3. Fase Lanjutan (Agustus-September 2026): Pelaksanaan di tujuh kecamatan lainnya secara bertahap.
  4. Pasca-khitan: Orang tua diimbau membawa anak ke puskesmas untuk kontrol menggunakan JKN/UHC.

Penutup

Kolaborasi antara Baznas dan Dinkes Rohul dalam program khitanan massal gratis ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi lembaga keagamaan dan pemerintah dapat memberikan solusi konkret bagi masalah sosial dan kesehatan masyarakat. Dengan target 320 anak, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan medis, tetapi juga menebar manfaat ekonomi dan edukasi kesehatan. Ke depannya, diharapkan program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak di seluruh pelosok Rokan Hulu, sehingga tidak ada lagi anak yang terhambat akses khitan karena faktor biaya. Inilah wujud kepedulian yang berkelanjutan, di mana setiap anak berhak mendapatkan layanan kesehatan yang layak tanpa terkecuali.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup