Kisah Remaja Tunanetra di Kudus Hidup dalam Sunyi Pascalumpuh
PlatMerah.com, Kudus – Turki Firdayanto, remaja asal Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menjalani kehidupan yang penuh tantangan sejak lahir. Ia mengalami kelumpuhan, tunanetra, dan tidak dapat berbicara, sehingga hari-harinya dihabiskan dengan berbaring di kasur dan bergantung pada perawatan keluarganya.
Kondisi Turki dan Perawatan Keluarga
Turki mengalami kelumpuhan sejak usia satu tahun akibat polio, dan sejak lahir juga tidak dapat melihat. Selain itu, Turki tidak bisa berbicara seperti remaja pada umumnya. Kondisi kesehatannya menyebabkan ia harus dirawat secara intensif oleh kakek dan neneknya, terutama nenek Rukayah (65) yang setiap hari menyuapi, memandikan, dan mengganti pampers Turki. Turki juga sering mengalami kejang-kejang yang membuat neneknya harus menenangkannya berulang kali dalam sehari.
Pengorbanan Ibu Sebagai Pekerja Migran
Ibunya, Noor Farida, sudah sepuluh tahun bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, khususnya merawat biaya hidup Turki. Farida bekerja sebagai tenaga kebersihan dan perawat lansia, dan belum bisa kembali ke Indonesia sejak 2026 karena kontrak kerjanya yang terus diperpanjang. Ia sangat merindukan anaknya yang belum pernah ditemuinya sejak 2016, saat Turki berusia tujuh tahun.
Kesulitan Finansial dan Kesehatan
Farida mengungkapkan bahwa saat Turki masih kecil, ia mengalami demam tinggi dan belum mendapatkan perawatan medis karena keterbatasan biaya dan tidak memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan. Setelah itu, kondisi Turki tidak pernah diperiksakan lagi karena tenaga medis menyatakan tidak dapat berbuat banyak. Turki terus mengalami kejang-kejang hingga saat ini, yang menjadi tantangan tambahan dalam perawatannya.
Harapan dan Kebutuhan
Nenek Rukayah berharap ada bantuan berupa kursi roda untuk Turki agar mobilisasi dan perawatannya lebih mudah. Saat ini, tenaga Rukayah sudah terbatas untuk menggendong cucunya yang kini berusia 17 tahun. Kursi roda akan sangat membantu ketika Turki perlu dibawa ke luar rumah atau dipindahkan ke kamar mandi.
Peran Keluarga dan Kondisi Sosial
- Turki dirawat oleh kakek dan neneknya karena ibunya bekerja di luar negeri.
- Ayah Turki sudah lama tidak menjenguk.
- Turki memiliki saudara kembar yang telah meninggal dunia dan seorang adik yang masih sekolah di pondok pesantren.
Perjuangan keluarga Turki menggambarkan kondisi yang dialami banyak keluarga di daerah yang memiliki anggota keluarga dengan disabilitas berat dan keterbatasan ekonomi. Dukungan sosial dan bantuan alat bantu kesehatan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas seperti Turki.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












