BNPT Sorot True Crime Community, Waspada Anak Mulai Normalisasi Kekerasan
PlatMerah.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberikan perhatian serius terhadap fenomena True Crime Community, yakni komunitas digital yang membahas berbagai kasus kejahatan nyata. Kepala BNPT Eddy Hartono menegaskan bahwa komunitas ini tidak otomatis dikaitkan dengan terorisme atau ekstremisme, namun terdapat risiko apabila anggota, terutama anak dan remaja, mulai menormalisasi kekerasan dalam perilaku mereka.
True Crime Community dan Perilaku Anggota
Menurut Eddy Hartono, True Crime Community merupakan ruang diskusi bagi anggotanya untuk membahas kasus kejahatan nyata. Meski demikian, risiko muncul ketika anggota komunitas tersebut mulai mengagungkan atau menganggap kekerasan sebagai hal yang normal. “Komunitas ini bukan komunitas yang berbahaya secara langsung, tapi berbahaya jika terjadi perubahan perilaku pada anggota, terutama anak dan remaja,” jelasnya dalam agenda penguatan peran sekolah dan tenaga pendidik di Jakarta, Rabu (29/9/2026).
BNPT tidak memberi label teroris atau ekstremis pada seluruh anak yang tergabung, melainkan melakukan penilaian berdasarkan perubahan perilaku risiko (risk-based behavior assessment). Perubahan tersebut menjadi indikator utama untuk mitigasi dan pencegahan potensi kekerasan.
Data Paparan Paham Kekerasan pada Anak dan Remaja
Data BNPT mencatat sebanyak 620 anak berusia 11 hingga 18 tahun telah terpapar paham kekerasan dan radikalisasi sejak Januari hingga Agustus 2026. Mereka tersebar di seluruh 34 provinsi di Indonesia. BNPT menekankan pentingnya intervensi melalui pendekatan rehabilitasi, bukan penegakan hukum, untuk mengatasi masalah ini.
Peran Sekolah dan Keluarga dalam Pencegahan
Eddy Hartono menegaskan penguatan peran komite sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, dan keluarga sangat penting dalam mencegah perubahan perilaku anak dan remaja yang berpotensi mengarah pada kekerasan. Pendekatan yang dilakukan BNPT lebih mengutamakan rehabilitasi daripada tindakan hukum agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif.
Ruang Digital sebagai Media Propaganda
BNPT juga menyoroti peran ruang digital sebagai media yang efektif dalam propaganda, rekrutmen, dan pendanaan terorisme. Berdasarkan hasil penelitian BNPT, internet menjadi media utama yang digunakan untuk tiga hal tersebut, sehingga menjadi fokus perhatian dalam upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan.
Pentingnya Mitigasi dan Kesadaran
Kondisi ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dampak komunitas digital yang membahas kejahatan nyata, terutama pada anak dan remaja yang masih rentan terhadap perubahan perilaku negatif. Upaya mitigasi dan edukasi di lingkungan pendidikan dan keluarga menjadi kunci dalam mencegah normalisasi kekerasan yang berpotensi mengarah pada tindakan ekstrem.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













