Gerakan Indonesia Asri di Pangkalpinang: Pasar Murah, Penanaman Pohon, dan Gotong Royong untuk Kota Bersih

Gerakan Indonesia Asri di Pangkalpinang: Pasar Murah, Penanaman Pohon, dan Gotong Royong untuk Kota Bersih

Plat Merah – Pangkalpinang, 18 Juli 2026 – Pada Jumat, 10 Juli 2026, Pemerintah Kota Pangkalpinang menyelenggarakan serangkaian kegiatan gotong royong dalam rangka mendukung Gerakan Indonesia Asri Tingkat Nasional. Acara yang dilaksanakan di kawasan Stadion Depati Amir itu tidak hanya menampilkan senam bersama dan pemeriksaan kesehatan gratis, melainkan juga pasar murah, penanaman pohon, serta pembersihan lingkungan yang melibatkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat.

Latihan Gotong Royong: Dari Senam hingga Penanaman Pohon

Kegiatan dimulai dengan senam bersama yang dipimpin oleh instruktur kebugaran lokal, diikuti oleh pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan. Selanjutnya, para ASN dan relawan menuruni lapangan stadion untuk menanam lebih dari 200 bibit pohon jenis lokal, sebuah langkah simbolis yang menegaskan komitmen kota terhadap penghijauan.

Rangkaian Kegiatan

WaktuKegiatanPenanggung Jawab
08.00-08.30Senam BersamaBadan Olahraga Kota
08.30-09.30Pemeriksaan Kesehatan GratisDinas Kesehatan
09.30-11.00Penanaman Pohon & Pembersihan LingkunganDinas Lingkungan Hidup & ASN
11.00-12.30Pasar MurahDinas Pangan & Pertanian

Pasar Murah: Menjawab Kebutuhan Pokok Masyarakat

Bagian penting dari agenda tersebut adalah Gerakan Pangan Murah yang diprakarsai oleh Dinas Pangan dan Pertanian. Sebanyak 2 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual dengan harga Rp59.000 per kemasan 5 kilogram, jauh di bawah harga pasar pada saat itu. Program ini diharapkan dapat meredam lonjakan inflasi pangan dan memberi bantuan langsung kepada keluarga berpendapatan rendah.

  • Target penjualan: 2.000 kg beras, setara dengan 400 kemasan 5 kg.
  • Harga bersaing: Rp59.000 per kemasan, dibandingkan Rp78.000 di pasar tradisional.
  • Manfaat tambahan: Pengurangan beban ekonomi rumah tangga serta peningkatan kepatuhan terhadap standar kualitas beras SPHP.

Data Penjualan Beras SPHP

ItemKuantitasHarga (IDR)
Beras SPHP 5 kg2 ton59.000 per kemasan

Sejarah dan Filosofi Gerakan Indonesia Asri

Gerakan Indonesia Asri (GIA) diluncurkan pada tahun 2023 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai upaya terkoordinasi untuk meningkatkan kebersihan, penghijauan, dan kerapihan ruang publik di seluruh Indonesia. Fokus utama meliputi tiga pilar: kebersihan, penghijauan, dan ketertiban. Pada tingkat daerah, pemerintah kota diberi wewenang untuk menyesuaikan program dengan kondisi lokal, sehingga muncul variasi inisiatif seperti pasar murah di Pangkalpinang.

Komitmen Pemerintah Kota

Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan pentingnya sinergi antara ASN, masyarakat, dan sektor swasta. “Kami ingin menekankan pentingnya kekompakan ASN, meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan, serta menumbuhkan semangat kerja tim agar program pemerintah kota maupun pusat berjalan sesuai harapan,” ujarnya. Dessy menambahkan bahwa kegiatan gotong royong sudah menjadi agenda rutin setiap Selasa dan Jumat, mencerminkan budaya kerja kolektif yang kuat di kota ini.

Kronologi Kegiatan Gotong Royong 10 Juli 2026

  1. 07.45 – Persiapan lapangan oleh tim kebersihan kota.
  2. 08.00 – Senam bersama yang dipandu instruktur kebugaran.
  3. 08.30 – Pemeriksaan kesehatan gratis (tekanan darah, gula darah, pemeriksaan mata).
  4. 09.30 – Penanaman 200 bibit pohon (jambu, rambutan, dan pohon bakau).
  5. 10.30 – Pembersihan area stadion dan sekitarnya.
  6. 11.00 – Pembukaan pasar murah, penjualan beras SPHP dan sayur lokal.
  7. 12.30 – Penutup acara, foto bersama, dan evaluasi singkat.

Dampak dan Implikasi Bagi Berbagai Pihak

Bagi Masyarakat: Harga beras yang terjangkau mengurangi tekanan ekonomi rumah tangga, sementara kegiatan kebersihan meningkatkan kualitas hidup dan rasa memiliki terhadap ruang publik.

Untuk Pemerintah Kota: Pelaksanaan rutin kegiatan gotong royong memperkuat koordinasi lintas sektoral, memberi data real-time untuk perencanaan kebijakan kebersihan dan penghijauan selanjutnya.

Industri Pertanian Lokal: Penjualan beras SPHP membuka peluang bagi petani lokal untuk menyalurkan hasil panen ke pasar pemerintah, meningkatkan pendapatan petani kecil.

Lingkungan: Penanaman pohon berkontribusi pada penyerapan CO₂, pengendalian erosi, serta menambah area hijau kota yang masih terbatas.

Harapan ke Depan dan Rencana Tindak Lanjut

Setelah keberhasilan acara 10 Juli, pemerintah kota berencana memperluas program pasar murah ke tiga pasar tradisional utama di Pangkalpinang dan menambah target penanaman pohon menjadi 500 bibit pada akhir tahun 2026. Dessy Ayutrisna menegaskan, “Kami tidak akan berhenti pada satu hari. Gotong royong adalah budaya, dan Indonesia Asri adalah visi jangka panjang yang harus kita wujudkan bersama.”

Semangat kebersamaan yang terlihat pada hari itu menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan nasional dapat diadaptasi secara efektif di tingkat daerah, menciptakan efek domino yang menginspirasi kota‑kota lain di seluruh nusantara.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup