Como ke Liga Champions, Mirwan Suwarso: Nico Paz Harus Bertahan [titlebase] – Strategi Klub Italia Menggebrak Eropa
Plat Merah – Como ke Liga Champions, Mirwan Suwarso: Nico Paz Harus Bertahan [titlebase] menjadi sorotan utama setelah klub Italia yang dimiliki grup Djarum ini menutup musim Serie A 2025/2026 di posisi keempat dengan 71 poin, mengukir sejarah pertama kali lolos ke kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari visi manajerial Mirwan Suwarso yang menekankan pentingnya dewan sepak bola yang solid, serta peran sentral gelandang muda asal Argentina, Nico Paz.
Sejak akuisisi pada 2019, Como 1907 mengalami transformasi menyeluruh. Mirwan Suwarso menjelaskan bahwa struktur dewan sepak bola terdiri dari head of recruitment, head of development, head of football strategy, dan head of performance, yang bekerja selaras dengan tim pelatih yang dipimpin oleh mantan bintang Inggris, Cesc Fàbregas. “Kita berdelapan, semua keputusan diambil bersama,” ujar Suwarso dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Helmy Yahya Bicara. Pendekatan kolaboratif ini menciptakan ekosistem yang memungkinkan pemain seperti Nico Paz berkembang secara optimal.
Nico Paz, yang bergabung dengan Como pada musim panas 2024 dengan nilai transfer sekitar enam juta euro, telah menjadi tulang punggung tim. Selama musim 2025/2026, ia mencatat 13 gol dan delapan assist dalam 40 pertandingan di semua kompetisi, sekaligus dinobatkan sebagai gelandang terbaik Serie A. Prestasinya menarik perhatian Real Madrid, yang masih memegang klausul buyback dengan harga bertahap: delapan juta euro pada 2025, sembilan juta euro pada 2026, dan sepuluh juta euro pada 2027. Namun, laporan terbaru mengindikasikan bahwa Nico Paz lebih memilih bertahan di Como, mengingat proyek jangka panjang yang dijanjikan oleh Cesc Fàbregas dan peluang bermain reguler di Liga Champions.
Real Madrid memang tidak menutup diri untuk mengaktifkan klausul tersebut. Klub Spanyol tersebut hanya perlu mengeluarkan dana sekitar sembilan juta euro untuk membawa kembali gelandang muda itu. Namun, menurut sumber dekat pemain, Nico Paz merasa nyaman dengan strategi dewan sepak bola Como dan tidak ingin kembali ke kompetisi yang lebih kompetitif di Santiago Bernabeu, di mana ia mungkin harus bersaing dengan pemain bintang lainnya untuk tempat di lini tengah.
Dalam konteks persiapan menghadapi Liga Champions, Como berencana menambah lima pemain baru untuk memperkuat skuad. Fokus utama tetap pada menjaga inti tim, terutama Nico Paz, yang menjadi kunci dalam taktik ofensif dan transisi cepat. Fabregas menegaskan, “Kami ingin mempertahankan Nico Paz, Real Madrid harus bersabar.” Pernyataan ini menegaskan komitmen klub untuk tidak menjual aset terbaiknya meski ada tawaran menggiurkan.
Selain aspek teknis, Mirwan Suwarso menyoroti pentingnya dukungan finansial dan manajerial dari grup Djarum. “Tidak ada yang tidak irreplaceable,” tegasnya, menekankan bahwa setiap elemen dalam struktur harus memiliki nilai tambah yang unik. Pendekatan ini terbukti efektif, mengingat Como berhasil melampaui klub-klub besar seperti AC Milan dan Juventus pada pekan terakhir Serie A, mengamankan tiket ke Liga Champions.
Keputusan Nico Paz untuk tetap di Como tidak hanya menguntungkan klub secara kompetitif, tetapi juga memperkuat citra Serie A sebagai liga yang mampu menahan talenta muda dari raksasa Eropa. Jika Como berhasil menembus fase grup Liga Champions, hal ini dapat menjadi bukti bahwa strategi dewan sepak bola dan kebijakan retensi pemain berbakat dapat menghasilkan hasil yang luar biasa.
Como ke Liga Champions, Mirwan Suwarso: Nico Paz Harus Bertahan [titlebase] menjadi contoh konkret bagaimana manajemen yang terintegrasi, visi jangka panjang, dan kepercayaan pada pemain muda dapat menciptakan prestasi bersejarah. Dengan dukungan penuh dari pemilik, pelatih, dan dewan, Como siap menantang raksasa Eropa pada babak berikutnya.
Kesimpulannya, keberhasilan Como tidak lepas dari sinergi antara kebijakan manajerial Mirwan Suwarso, kepemimpinan taktis Cesc Fàbregas, serta komitmen Nico Paz untuk tetap berkontribusi di klub. Jika strategi ini terus dijalankan, Como berpotensi menjadi kekuatan baru yang konsisten di panggung Liga Champions, sekaligus menjadi contoh bagi klub-klub lain yang ingin mengoptimalkan potensi internal mereka.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.

![Como ke Liga Champions, Mirwan Suwarso: Nico Paz Harus Bertahan [titlebase] – Strategi Klub Italia Menggebrak Eropa](https://platmerah.com/wp-content/uploads/2026/05/como-ke-liga-champions-mirwan-suwarso-nico-paz-harus-bertahan-titlebase-strategi-klub-italia-menggebrak-eropa.webp)









