Kalahkan Veda dan Lainnya Sampai Berdarah-Darah, Emosi Murid Mantan Manajer Marc Marquez Pecah di Mugello

Kalahkan Veda dan Lainnya Sampai Berdarah-Darah, Emosi Murid Mantan Manajer Marc Marquez Pecah di Mugello

Plat Merah

Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers, Brian Uriarte kembali mengenang kerja kerasnya untuk mengamankan kemenangan pertamanya sebagai rookie pada seri Moto3 Italia 2026. Sebagai rookie atau pendatang baru pada Moto3 2026, Brian Uriarte tengah merasa senang karena mampu mencatatkan kemenangan dalam balapan akhir pekan lalu. Ya, andalan Red Bull KTM Ajo itu tidak terbendung untuk memijakkan kaki di podium tertinggi dalam seri Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello yang berjalan ketat. Dalam perjalannya, performa menjanjikan sudah terlihat dari Uriarte di mana dia mengakhiri babak kualifikasi dengan berada di urutan ke-4. Mundurnya David Almansa dari IntactGP saat menduduki start terdepan alias pole sitter menghadirkan keuntungan bagi Uriarte dengan posisi startnya naik 1 setrip. Rider yang dibesut oleh mantan manajer Marc Marquez, Emilio Alzamora itu menunjukkan ritme yang mumpuni pada awal lomba 17 putaran ini. Menginjak lap ke-4, Uriarte bahkan sudah berada di posisi pertama meski momen itu tidak bertahan lama karena tekanan dari rival di belakang. Pasang surut pun dialami Uriarte hingga masa-masa akhir balapan di mana dia bahkan sempat terlempar dari zona podium dengan berada di urutan ke-7. Menduduki posisi tersebut membuat Uriarte harus berada tepat di belakang rider Indonesia Veda Ega Pratama yang sebelumnya start dari posisi ke-12. Sementara itu, Maximo Quiles benar-benar dipaksa untuk mengambil hikmahnya usai mengakhiri Moto3 Italia 2026 dengan berbagai catatan. Dominasi Quiles hingga awal musim Moto3 2026 berakhir di Sirkuit Mugello, Italia dalam sesi balapan yang berlangsung hari Minggu (31/5/2026). Andalan Aspar Team tersebut sempat mampu memulihkan posisinya dengan signifikan setelah mengwali balapan 17 lap ini dari urutan ke-14. Hingga pertengahan lomba, Quiles sudah masuk di zona podium dengan berada di urutan ke-2 sebelum tekanan lawan dari belakang sulit teratasi. Situasi murid Marc Marquez tersebut kian pelik di putaran penultima di mana dia nyaris mengalami highside lantaran ban belakangnya selip. Berhasil melakukan save alias penyelamatan tak lantas membuat jalan Quiles semakin mudah, dia justru melorot dengan tajam sebelum finis di urutan ke-11. Tak sedikit pembalap yang memanfaatkan momen selip ban dari Quiles, salah satunya adalah pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama. Andalan Honda Team Asia itu mengasapi Quiles guna melanjutkan catatan positifnya selalu mampu finis di 10 besar. Ya, bakat muda asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut mengamankan finis di posisi ke-8 usai menjalani persaingan yang sangat ketat. Namun, emosi murid mantan manajer Marc Marquez pecah di Mugello. Pada hari Minggu (31/5/2026), tragedi ini bermula saat senja menyelimuti kawasan Ciherang Hegar Rasa, Desa Ciherang, sekitar pukul 18.00 WIB. Korban PS diduga menjadi sasaran pembacokan oleh tersangka yang saat itu beraksi bersama sejumlah rekan pelajarnya. Dalam pengungkapan ini, polisi turut menyita barang bukti yang mengerikan: sebilah celurit sepanjang 50 sentimeter dengan gagang kayu yang diduga digunakan untuk menghabisi korban. Selain itu, pakaian yang dikenakan korban saat kejadian juga turut diamankan sebagai bukti penguat. Agripinus mengaku prihatin atas fenomena kekerasan yang melibatkan anak di bawah umur. Ia menegaskan peran keluarga sangat krusial dalam memutus rantai kekerasan di kalangan pelajar. Dengan berakhirnya balapan Moto3 Italia 2026, emosi murid mantan manajer Marc Marquez pecah di Mugello. Dalam kesimpulan, kekerasan di kalangan pelajar masih menjadi masalah yang signifikan yang perlu diatasi. Keluarga dan masyarakat harus bekerja sama untuk memutus rantai kekerasan dan mengajarkan anak-anak mereka untuk menyelesaikan masalah secara damai.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup