Tajon Buchanan Jadi Andalan Kanada Usai Imbang Dramatis Lawan Bosnia di Piala Dunia 2026
Plat Merah – TORONTO – Kanada harus puas berbagi angka dengan Bosnia dan Herzegovina dalam laga perdana Grup B Piala Dunia 2026 yang berlangsung di BMO Field, Toronto, Jumat (12/6) waktu setempat. Pertandingan bersejarah sebagai laga putra pertama di tanah Kanada itu berakhir imbang 1-1. Di tengah tekanan tinggi, nama Tajon Buchanan menjadi sorotan utama sebagai motor serangan sayap Kanada.
Sejak awal laga, pelatih Jesse Marsch menurunkan Tajon Buchanan sebagai starter di posisi sayap kanan. Buchanan yang bermain untuk klub Serie A, Inter Milan, menunjukkan kecepatan dan kemampuan dribel yang merepotkan pertahanan Bosnia. Ia beberapa kali menciptakan peluang melalui umpan silang, meski belum berbuah gol. Statistik mencatat Buchanan melakukan tiga umpan kunci dan dua dribel sukses selama 75 menit bermain sebelum digantikan.
Gol pembuka Bosnia datang pada menit ke-19 melalui Jovo Lukic yang memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Kanada tertinggal lebih dulu, namun terus menekan. Peluang emas sempat didapat Tajon Buchanan pada menit ke-35, namun sepakannya masih melebar tipis di sisi gawang Nikola Vasilj. Usaha tanpa lelah Buchanan menjadi inspirasi bagi rekan setimnya untuk terus menekan.
Pada babak kedua, Marsch melakukan penyesuaian taktik dengan memberi instruksi kepada Tajon Buchanan untuk lebih sering memotong ke dalam. Perubahan ini membuat lini serang Kanada lebih hidup. Akhirnya, pada menit ke-78, Cyle Larin berhasil menyamakan kedudukan memanfaatkan umpan terobosan dari Promise David. Stadion BMO Field bergemuruh. Buchanan yang sudah diganti turut merayakan gol tersebut dari bangku cadangan.
Sepanjang turnamen, peran Tajon Buchanan diprediksi akan semakin krusial. Absennya Alphonso Davies karena cedera membuat Marsch mengandalkan Buchanan sebagai kreator utama dari sisi sayap. Dalam sesi latihan pasca-pertandingan, Marsch memuji kontribusi Buchanan dan menegaskan bahwa ia akan tetap menjadi starter saat Kanada menghadapi Qatar pada laga kedua, Kamis (18/6) di Vancouver.
“Tajon adalah pemain yang selalu memberikan ancaman. Energinya luar biasa. Kami butuh dia untuk terus menekan lawan,” ujar Marsch dalam konferensi pers.
Pertandingan melawan Qatar akan menjadi ujian penting bagi Kanada untuk meraih kemenangan pertama di Piala Dunia. Dengan dukungan penuh publik tuan rumah, Tajon Buchanan dan kawan-kawan diharapkan mampu tampil lebih efektif di depan gawang. Statistik menunjukkan Kanada unggul dalam penguasaan bola (58%) dan jumlah tendangan sudut (12-4), tetapi efisiensi penyelesaian akhir masih perlu ditingkatkan.
Secara keseluruhan, hasil imbang ini memberikan modal positif bagi Kanada. Mereka belum terkalahkan dalam 12 laga terakhir dan menunjukkan mental juara dengan bangkit dari ketertinggalan. Kini, perhatian tertuju pada duel melawan Qatar yang akan menentukan peluang lolos ke babak 16 besar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










