Revolutionizing Sports Medicine: Persebaya dan Mayapada Hospital Surabaya Membangun Ekosistem Kesehatan Olahraga Terintegrasi Pertama di Indonesia

Revolutionizing Sports Medicine: Persebaya dan Mayapada Hospital Surabaya Membangun Ekosistem Kesehatan Olahraga Terintegrasi Pertama di Indonesia

Awal Kolaborasi Revolusioner

Plat Merah – Pada 26 Juni 2026, Persebaya Surabaya mengumumkan kemitraan strategis dengan Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) yang disebut sebagai langkah terobosan dalam sejarah sepak bola Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya berupa kerja sama medis biasa, tetapi menciptakan Sports Injury Treatment Performance Center (SITPEC), pusat kesehatan olahraga pertama di Asia Tenggara yang terintegrasi dengan klub sepak bola profesional. Langkah ini diharapkan meningkatkan standar perawatan atlet dan memperkuat kompetitivitas tim dalam memburu gelar juara Super League 2026-2027.

Pilar Ekosistem Kesehatan Olahraga

Direktur Persebaya, Candra Wahyudi, menjelaskan bahwa model ini berbeda dari kerja sama klub dan rumah sakit pada umumnya. “Kami tidak hanya membuat sistem rujukan, melainkan membangun ekosistem terpadu. Dokter spesialis menjadi bagian integral dari operasional klub,” ujarnya. SITPEC melibatkan 20 dokter lintas disiplin, termasuk:

  • Kedokteran Olahraga
  • Ortopedi
  • Kardiologi
  • Psikologi Olahraga
  • Rehabilitasi Medis
DisiplinJumlah DokterFokus
Kedokteran Olahraga6Pencegahan Cedera
Ortopedi5Pemulihan Cedera
Kardiologi4Kesehatan Jantung Atlet
Psikologi3Kesiapan Mental
Rehabilitasi2Fisioterapi

Inspirasi dari Klub Eropa

Ide ini tercetus saat Kepala Tim Dokter Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, menghadiri konferensi Isokinetic Conference FIFA di Madrid 2025. “Kami melihat bagaimana klub Eropa seperti Barcelona dan Bayern Munich menggunakan rumah sakit sebagai mitra strategis untuk meningkatkan performa atlet,” ungkapnya. Model ini menempatkan Persebaya di jajaran klub elit dunia dalam penerapan teknologi medis.

Delapan Tahapan Pemeriksaan Kesehatan

Atlet Persebaya kini melalui 8 tahapan pemeriksaan kesehatan intensif, termasuk:

  1. Functional Movement Assessment
  2. Cardiac Stress Test
  3. Neurocognitive Screening
  4. Orthopedic Imaging
  5. Hydration Analysis
  6. Microbiome Testing
  7. Psychological Evaluation
  8. Genetic Fitness Profiling

Data yang diperoleh menjadi dasar tim pelatih dalam merancang program latihan individual.

Revolusi Teknologi Medis

Mayapada Hospital menerapkan teknologi terkini, termasuk:

  • VELYStrade Robotic-Assisted Solution untuk penggantian sendi lutut
  • Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) untuk pemulihan pascaoperasi
  • 3D Bioprinting untuk cedera tendon
  • Neurofeedback Training untuk pemulihan cedera otak

Dampak Sosial dan Komunitas

Selain atlet profesional, layanan SITPEC terbuka untuk:

  • Komunitas olahraga lokal
  • Atlet amateur
  • Masyarakat umum

Chief Operating Officer Mayapada Healthcare, Hendy Widjaja, mengatakan, “Kami ingin semua warga Surabaya tetap aktif dan bugar.” Sebagai pembuka, MHSB akan menjadi pusat layanan medis pada ajang Green Force Run 2026 yang dijadwalkan 27 Juni 2026.

Masa Depan Sports Medicine di Indonesia

Langkah ini diharapkan menetapkan standar baru dalam industri sports medicine nasional. Dengan mengadopsi model Eropa, Persebaya membuka peluang untuk:

  • Kolaborasi internasional dengan klub top dunia
  • Peningkatan kualitas pelatihan dokter olahraga Indonesia
  • Pengembangan startup teknologi kesehatan olahraga
  • Peningkatan ekspor layanan medis olahraga

Striker anyar Persebaya, Ramadhan Sananta, menyebut kolaborasi ini sebagai “langkah profesional yang menginspirasi.” Mantan pemain Timnas Indonesia ini yakin, “Model ini akan diikuti klub-klub lain, menciptakan ekosistem kesehatan olahraga di seluruh Indonesia.”

Revolution in motion – Persebaya dan Mayapada Hospital Surabaya menulis babak baru dalam sejarah olahraga nasional, menggabungkan antusiasme sepak bola dengan inovasi medis. Dengan pendekatan terstruktur dan teknologi canggih, Bajol Ijo siap memimpin transformasi sports medicine di Asia Tenggara.”

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup