Piala Dunia 2026: Brasil Waspadai Jepang, Sementara Format 48 Tim Dikritik
Plat Merah – Fase grup Piala Dunia 2026 telah usai, menyisakan 32 tim yang akan bertarung di babak gugur. Salah satu laga yang paling dinantikan adalah duel Brasil kontra Jepang pada Selasa (30/6/2026) dini hari WIB. Bek Brasil, Marquinhos, mengungkapkan kewaspadaan timnya terhadap kekuatan Samurai Biru yang dinilainya sebagai tim hebat dan telah belajar dari kekalahan sebelumnya. Sementara itu, pelatih Brasil Carlo Ancelotti masih mempertimbangkan untuk menurunkan Neymar sebagai starter setelah sang bintang pulih dari cedera.
Kualifikasi Piala Dunia 2026 memang menyajikan format baru dengan 48 peserta, yang menuai kritik tajam dari pelatih Ghana Carlos Queiroz. Menurutnya, ekspansi ini mengikis eksklusivitas turnamen dan menurunkan standar kompetisi. Meski demikian, kualifikasi Piala Dunia 2026 tetap berhasil meloloskan tim-tim debutan yang memberikan kejutan, seperti Ghana yang mampu menembus 32 besar.
Di sisi lain, beberapa tim favorit justru tampil mengecewakan. Korea Selatan gagal lolos setelah hanya mengumpulkan tiga poin, sementara Portugal dan Uruguay juga masuk dalam daftar tim yang paling mengecewakan. Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo, memilih mundur setelah mendapat tekanan besar. Hal ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Bagan 32 besar telah lengkap dengan jadwal pertandingan yang padat. Selain Brasil vs Jepang, laga Belanda vs Maroko juga menyedot perhatian. Tim-tim yang lolos kini harus bermain tanpa kesalahan karena sistem gugur langsung berlaku. Kualifikasi Piala Dunia 2026 memang penuh kejutan, dan babak gugur diprediksi akan semakin seru.
Secara keseluruhan, Piala Dunia 2026 telah berjalan dengan 72 pertandingan dan 215 gol di fase grup. Meski format baru menuai pro dan kontra, antusiasme penonton tetap tinggi. Kini, semua mata tertuju pada laga-laga knockout yang akan menentukan siapa yang layak melaju ke babak selanjutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










