Belgium Hajar Senegal 3-2 di Seattle, Comeback Dramatis di 4 Menit Akhir

Belgium Hajar Senegal 3-2 di Seattle, Comeback Dramatis di 4 Menit Akhir

Plat Merah – Iliman Ndiaye menjadi salah satu motor serangan Senegal yang merepotkan pertahanan Belgia pada laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Seattle Stadium, Rabu (1/7) malam waktu setempat. Namun, petaka datang di menit-menit akhir ketika Belgia membalikkan keadaan dari ketertinggalan 0-2 menjadi kemenangan 3-2 setelah perpanjangan waktu.

Senegal tampil impresif sejak awal. Iliman Ndiaye bersama Sadio Mane dan Ismaila Sarr terus menekan lini belakang Belgia. Gol pertama lahir dari kaki Habib Diarra pada menit ke-55, memanfaatkan kemelut di kotak penalti. Senegal menggandakan keunggulan melalui Ismaila Sarr pada menit ke-72. Iliman Ndiaye turut berperan dalam membangun serangan yang berujung gol tersebut.

Belgia yang tampil tanpa gigi sepanjang laga tiba-tiba bangkit di menit-menit akhir. Romelu Lukaku memperkecil ketertinggalan pada menit ke-86, disusul gol Youri Tielemans tiga menit kemudian. Skor 2-2 memaksa laga dilanjutkan ke perpanjangan waktu.

Di babak tambahan, Iliman Ndiaye masih menjadi ancaman bagi Belgia. Namun, nasib berkata lain. Pada menit ke-125, Lamine Camara melanggar Tielemans di kotak penalti. Wasit menganulir keputusan awal setelah meninjau VAR. Tielemans yang maju sebagai eksekutor sukses menaklukkan kiper Senegal. Gol kemenangan itu membuat Belgia melaju ke babak 16 besar.

Iliman Ndiaye dan Senegal harus pulang lebih awal setelah nyaris menorehkan sejarah. Pelatih Pape Thiaw mengakui timnya kehilangan konsentrasi di menit krusial. “Kami bermain brilian selama 85 menit, tapi sepak bola kejam,” ujarnya.

Kemenangan ini menjadi kebangkitan bagi Belgia yang sebelumnya hanya meraih dua hasil imbang dan satu kemenangan di fase grup. Mereka akan menghadapi pemenang laga AS vs Bosnia pada 6 Juli.

Kesimpulannya, kegagalan Senegal mempertahankan keunggulan menjadi pelajaran berharga. Iliman Ndiaye dan kolega sebenarnya tampil menjanjikan, namun kurangnya pengalaman di momen krusial menjadi bumerang. Belgia membuktikan mental juara dengan comeback luar biasa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup