Drama Panjang di Toronto: Gol Kontroversial Hentikan Langkah Kroasia, Livakovic Jadi Saksi
Plat Merah – Pertandingan sengit antara Portugal dan Kroasia di Stadion Toronto, Kamis (2/7) malam, berakhir dengan kemenangan dramatis 2-1 untuk Portugal. Laga yang menentukan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 ini diwarnai dengan gol-gol kontroversial, keputusan berani pelatih, dan penampilan gemilang kiper. Namun, satu nama yang tak luput dari sorotan adalah Dominik Livakovic, kiper Kroasia yang harus memungut bola dari gawangnya dua kali, termasuk gol penentu di menit akhir.
Livakovic, yang tampil cukup baik dengan dua penyelamatan dari empat tembakan tepat sasaran, tak mampu berbuat banyak saat Goncalo Ramos menanduk umpan silang Rafael Leao pada menit ke-90+4. Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Kroasia yang sebelumnya unggul lebih dulu lewat Ivan Perisic pada menit ke-53. Livakovic hanya bisa melihat bola meluncur ke sudut gawang yang tak terjangkau.
Kroasia sempat mengira mereka berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-90+13 melalui Josko Gvardiol. Namun, setelah pemeriksaan VAR, gol dianulir karena Mario Pasalic dinilai berada dalam posisi offside saat rekan setimnya, Igor Matanovic, menyentuh bola dengan kepalanya. Keputusan ini membuat para pemain Kroasia, termasuk Livakovic, kecewa berat. Livakovic yang sejak awal pertandingan menjadi andalan di bawah mistar, harus mengakui keunggulan Portugal yang lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Sebelum gol kontroversial tersebut, Livakovic sebenarnya sudah beberapa kali digempur serangan Portugal. Kiper berusia 31 tahun itu melakukan penyelamatan gemilang dari tembakan Pedro Neto dan Rafael Leao di babak pertama. Namun, ia tak mampu mengantisipasi sundulan Ramos yang memanfaatkan umpan silang sempurna. Statistik mencatat Livakovic hanya melakukan dua penyelamatan sepanjang laga, jumlah yang minim untuk seorang kiper sekelasnya.
Kekalahan ini membuat Kroasia harus pulang lebih awal, sementara Portugal melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi Spanyol. Bagi Livakovic, turnamen ini menjadi catatan pahit meski ia tetap menjadi salah satu kiper terbaik yang dimiliki Kroasia. Penampilannya yang konsisten di babak penyisihan grup tak cukup untuk membawa timnya melangkah lebih jauh.
Di luar lapangan, istri Livakovic, Helena Livakovic, juga menjadi sorotan media. Helena kerap membagikan koleksi tas mewahnya di media sosial, seperti Dior My D Mini Bag senilai Rp89 juta dan Bottega Veneta Andiamo seharga Rp85 juta. Gaya hidup mewah keluarga Livakovic ini kontras dengan kesedihan yang dirasakan suaminya usai tersingkir dari Piala Dunia.
Pertandingan ini juga diwarnai dengan momen kontroversial lainnya, yaitu keputusan pelatih Portugal, Roberto Martinez, menarik keluar Cristiano Ronaldo pada menit ke-80. Ronaldo yang sudah menyumbang gol penalti pada menit ke-68 terlihat kecewa, namun keputusan itu terbukti tepat karena penggantinya, Goncalo Ramos, menjadi pahlawan kemenangan. Kroasia sendiri sempat mencetak gol yang dianulir pada menit ke-81 melalui Petar Sucic, juga karena offside.
Kesimpulannya, laga Portugal vs Kroasia menyajikan drama sepak bola yang lengkap: gol-gol indah, keputusan kontroversial, dan keberanian pelatih. Bagi Livakovic, ini adalah turnamen yang pahit namun ia tetap layak diacungi jempol atas dedikasinya. Kroasia harus berbenah untuk kembali bersaing di ajang berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.





