Drama Laga Panas: Gol Jhon Arias Bawa Kolombia ke 16 Besar, Ghana Tersingkir

Drama Laga Panas: Gol Jhon Arias Bawa Kolombia ke 16 Besar, Ghana Tersingkir

Plat Merah – KANSAS CITY — Kolombia memastikan langkahnya ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Ghana 1-0 dalam laga sengit di Arrowhead Stadium, Jumat (3/7) malam waktu setempat. Gol semata wayang dicetak oleh Jhon Arias pada menit ke-14 memanfaatkan assist Luis Suárez yang masuk sebagai pemain pengganti. Kekalahan ini sekaligus mengubur mimpi Ghana untuk melaju lebih jauh, dan menjadi pengingat pahit atas sejarah pertemuan kedua tim di Piala Dunia 2010 silam.

Pertandingan berjalan ketat sejak menit awal. Ghana hampir unggul cepat melalui tembakan Thomas Partey yang masih melebar tipis. Namun, Kolombia justru mendapat pukulan saat striker utama Jhon Córdoba harus ditarik keluar karena cedera groin setelah berbenturan dengan bek Ghana, Jerome Opoku. Jerome Opoku yang tampil kokoh di lini belakang Ghana menjadi salah satu pemain kunci dalam upaya meredam serangan Kolombia, meski akhirnya harus mengakui keunggulan lawan.

Setelah Córdoba keluar, pelatih Kolombia Néstor Lorenzo memasukkan Luis Suárez. Keputusan itu langsung berbuah manis. Suárez yang baru beberapa menit di lapangan mengirimkan umpan silang akurat ke tiang jauh yang disambut sundulan Jhon Arias. Bola sempat mengenai tiang sebelum masuk ke gawang Lawrence Ati-Zigi. Gol tersebut menjadi satu-satunya dalam pertandingan, sekaligus mengirim Kolombia ke babak 16 besar untuk berhadapan dengan Swiss.

Sepanjang laga, Kolombia mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang. Luis Díaz hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-56, namun golnya dianulir karena offside. Ati-Zigi tampil gemilang dengan melakukan tujuh penyelamatan, termasuk menepis tembakan jarak dekat Díaz. Di sisi lain, Ghana kesulitan mengembangkan permainan. Cedera Marvin Senaya yang harus ditarik keluar pada babak pertama mengganggu organisasi pertahanan mereka. Pelatih Carlos Queiroz mengakui bahwa setelah Senaya keluar, tim kehilangan disiplin dan organisasi.

Peran Jerome Opoku sebagai bek tengah sangat vital. Ia beberapa kali memenangkan duel udara dan melakukan tekel penting untuk menghentikan serangan Kolombia. Namun, tekanan terus-menerus dari lini depan Kolombia membuat Jerome Opoku dan rekan-rekannya kewalahan. Statistik mencatat Ghana gagal melepaskan tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan, menunjukkan betapa efektifnya pressing Kolombia.

Bagi Ghana, kekalahan ini menjadi pukulan berat. Mereka gagal mengulangi pencapaian sebagai tim Afrika pertama yang lolos ke semifinal seperti yang sempat diimpikan pada 2010. Meski begitu, Queiroz tetap bangga dengan perjuangan anak asuhnya. “Kami harus bangkit dan mengevaluasi diri,” ujarnya. Sementara itu, Kolombia optimistis menghadapi Swiss. Gelandang Jhon Arias, yang menjadi pahlawan kemenangan, menyatakan timnya percaya diri untuk melangkah hingga final.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Kolombia. Mereka belum terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir saat mencetak gol lebih dulu di Piala Dunia. Dengan semangat tim yang solid dan dukungan suporter yang luar biasa, Los Cafeteros siap menantang Swiss di Vancouver pada Selasa mendatang. Satu hal yang pasti: Jerome Opoku dan Ghana harus pulang lebih awal, sementara Kolombia terus bermimpi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup