Maroko dan Prancis Bersiap Duel Sengit di Perempat Final Piala Dunia 2026
Plat Merah – Maroko kembali menorehkan sejarah gemilang di Piala Dunia 2026. Tim Singa Atlas sukses memastikan tempat di perempat final setelah mengalahkan Kanada dengan skor telak 3-0 di Stadion Houston, Sabtu (4/7/2026). Kemenangan ini sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Maroko menjadi 34 pertandingan di semua ajang, menjadikan mereka salah satu kandidat kuat juara dunia.
Pertandingan melawan Kanada berjalan alot di babak pertama. Kanada tampil agresif dan menekan pertahanan Maroko, namun kiper Yassine Bono tampil gemilang menggagalkan setiap peluang. Babak pertama bahkan mencatatkan hal unik: jumlah kartu kuning lebih banyak daripada jumlah tembakan ke gawang, sebuah kejadian pertama dalam sejarah Piala Dunia. Memasuki babak kedua, Maroko bangkit dan mengambil alih kendali permainan. Azzedine Ounahi menjadi bintang lapangan dengan dua golnya pada menit ke-50 dan ke-82, sementara Soufiane Rahimi memastikan kemenangan di masa injury time.
Pelatih Mohamed Ouahbi memuji reaksi cepat anak asuhnya. “Kami sangat senang. Pertandingan Piala Dunia selalu sulit. Kami bereaksi dengan sangat baik pada babak kedua, terutama dalam perebutan bola kedua dan duel-duel di lapangan,” ujarnya. Kemenangan ini membawa Maroko ke perempat final, di mana mereka akan berhadapan dengan Prancis, yang sebelumnya menang 1-0 atas Paraguay berkat gol penalti Kylian Mbappe.
Pertemuan Maroko vs Prancis menjadi ulangan semifinal Piala Dunia 2022 yang dimenangkan Prancis 2-0. Namun, kali ini Maroko datang dengan kepercayaan diri tinggi. Brahim Diaz, bintang Maroko yang juga bermain untuk Real Madrid, mengaku senang bisa bertemu rekan setimnya di klub. “Saya ingin menghadapi Prancis karena saya ingin menghadapi rekan-rekan saya di Real Madrid,” katanya usai laga melawan Kanada.
Maroko telah menunjukkan kualitasnya sebagai tim besar. Mereka mampu bersaing dengan Brasil di fase grup dan mengalahkan Belanda di babak 32 besar. Rekor tanpa kekalahan dalam 34 pertandingan menjadi bukti konsistensi. Meski sempat diragukan karena performa kurang spektakuler saat melawan Kanada, Maroko membuktikan bahwa mereka bisa menang meski tidak tampil sempurna—ciri khas tim juara.
Prancis, di sisi lain, datang dengan status favorit setelah memenangkan lima pertandingan berturut-turut. Namun, Maroko yang tak terkalahkan juga tampil mengesankan. Pertandingan perempat final yang akan digelar di Stadion Boston pada Jumat (10/7/2026) dini hari waktu Indonesia diprediksi bakal berlangsung sengit. Kedua tim memiliki pendekatan ofensif dan pemain-pemain berkualitas di lini depan, seperti Kylian Mbappe untuk Prancis dan Achraf Hakimi untuk Maroko.
Pertandingan ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi Maroko, tetapi juga kesempatan untuk membalas kekalahan di semifinal 2022. Dengan dukungan penuh dari para penggemar dan rekor impresif yang mereka miliki, Maroko optimis bisa melangkah lebih jauh. Apakah Singa Atlas akan kembali mengejutkan dunia? Atau Prancis akan menegaskan dominasinya? Kita nantikan duel seru di Boston.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.





