Maxime Crépeau Jadi Korban Keganasan Maroko, Kanada Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Maxime Crépeau Jadi Korban Keganasan Maroko, Kanada Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Plat Merah – Kiper utama Timnas Kanada, Maxime Crépeau, harus merasakan pahitnya tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah timnya dihancurkan Maroko 3-0 di babak 16 besar. Pertandingan yang berlangsung di Houston, Amerika Serikat, pada Minggu (5/7/2026) menjadi akhir dari perjalanan bersejarah Kanada sebagai tuan rumah bersama. Crépeau, yang tampil gemilang sepanjang turnamen, kebobolan tiga gol di babak kedua, dua di antaranya dari kaki Azzedine Ounahi. Kekalahan ini membuat Kanada menjadi tuan rumah pertama yang tersingkir di Piala Dunia edisi ini.

Sejak awal laga, Kanada tampil agresif dan menekan pertahanan Maroko. Dalam 11 menit pertama, dua peluang emas tercipta lewat Jonathan David dan Tani Oluwaseyi, namun kiper Maroko Yassine Bounou mampu menggagalkannya. Maxime Crépeau pun harus bekerja keras mengamankan gawangnya dari serangan balik cepat Maroko. Sayang, ketegangan memuncak di menit ke-40 ketika kapten Maroko Achraf Hakimi mendorong Richie Laryea, memicu keributan kecil yang berujung pada tujuh kartu kuning dari wasit.

Memasuki babak kedua, Maroko mengubah strategi dan langsung tancap gas. Pada menit ke-50, Hakimi memberikan umpan tarik kepada Ounahi yang bebas di kotak penalti. Dengan tenang, Ounahi melepaskan tembakan yang tidak mampu dijangkau Maxime Crépeau, membawa Maroko unggul 1-0. Kanada mencoba bangkit, namun pertahanan Maroko yang solid membuat mereka frustrasi. Statistik mencatat Kanada memiliki 30 sentuhan di kotak penalti Maroko, tetapi hanya tiga tembakan tepat sasaran—satu di antaranya setelah menit ke-11.

Ounahi mencetak gol keduanya pada menit ke-82 memanfaatkan serangan balik cepat, dan Soufiane Rahimi menutup pesta dengan gol ketiga di masa injury time. Maxime Crépeau tak mampu berbuat banyak menghadapi keganasan Maroko. Kapten Kanada Alphonso Davies absen karena cedera hamstring, memperlemah lini belakang. Pelatih Jesse Marsch mengakui bahwa timnya kurang efektif di depan gawang, meskipun sempat menunjukkan semangat juang tinggi.

Bagi Kanada, perjalanan di Piala Dunia 2026 tetap bersejarah. Mereka meraih poin pertama, kemenangan pertama, dan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya. Namun, kekalahan ini menyisakan kekecewaan mendalam, terutama bagi Maxime Crépeau yang tampil heroik sepanjang turnamen. Sementara itu, Maroko melaju ke perempat final untuk menghadapi Paraguay atau Prancis.

Kesuksesan Maroko juga menjadi pengingat bahwa sepak bola Afrika semakin diperhitungkan. Di sisi lain, kegagalan Kanada sebagai tuan rumah menjadi pelajaran berharga. Meski memiliki potensi besar, konsistensi dan ketajaman di lini depan masih perlu ditingkatkan. Bagi Maxime Crépeau, namanya tetap dikenang sebagai salah satu kiper terbaik Kanada, meski harus mengakhiri petualangan indah ini dengan cara pahit.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup