Haaland Bungkam Brasil, Odegaard Jadi Otak di Balik Kejutan Norwegia

Haaland Bungkam Brasil, Odegaard Jadi Otak di Balik Kejutan Norwegia

Plat Merah – Martin Odegaard menjadi arsitek di balik kemenangan bersejarah Norwegia atas Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026, Minggu (5/7) malam waktu setempat. Gelandang Arsenal itu memimpin lini tengah Norwegia dengan visi dan distribusi bola yang brilian, memungkinkan Erling Haaland mencetak dua gol yang mengirim tim Skandinavia itu ke perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Pertandingan yang digelar di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, itu berakhir dengan skor 2-1 untuk Norwegia. Meskipun Brasil mendominasi penguasaan bola, Norwegia tampil disiplin dan mematikan dalam serangan balik. Odegaard, yang telah mencatatkan tiga assist sepanjang turnamen, menjadi motor serangan Norwegia. Ia kerap turun ke area tengah untuk menerima bola dan mendistribusikannya ke sayap, menciptakan celah di pertahanan Brasil yang sebelumnya tak terkalahkan.

Babak pertama berjalan ketat dengan kedua tim saling jual beli serangan. Brasil sempat memiliki peluang melalui Martinelli yang gagal menyambut umpan Casemiro, sementara Norwegia harus puas dengan gol yang dianulir karena offside. Odegaard hampir membuka skor pada menit ke-34, tetapi kiper Brasil, Alisson, berhasil menggagalkan tembakannya.

Memasuki babak kedua, Norwegia mulai mengambil alih kendali permainan. Odegaard terus mengatur tempo, dan pada menit ke-79, umpan silang dari Andreas Schjelderup disambut sundulan keras Haaland yang tak mampu dihalau Alisson. Brasil yang tertinggal coba bangkit dengan memasukkan Neymar, namun justru Norwegia yang menggandakan keunggulan pada menit ke-90. Kombinasi Schjelderup dan Haaland kembali berbuah manis; Haaland mengontrol bola dengan sempurna lalu melepaskan tembakan mendatar ke sudut gawang.

Brasil memperkecil ketertinggalan melalui penalti Neymar di masa injury time, setelah Ostigard melanggar pemain Brasil di kotak terlarang. Namun, waktu tak cukup bagi Brasil untuk menyamakan kedudukan. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Brasil, yang selalu lolos ke perempat final dalam delapan edisi Piala Dunia terakhir. Sebaliknya, Norwegia mencatatkan sejarah baru.

Peran Odegaard dalam laga ini tidak bisa diremehkan. Ia tidak hanya menjadi pengatur serangan, tetapi juga aktif dalam bertahan, memutus aliran bola Brasil ke lini depan. Kapten Norwegia itu menjadi kunci dalam memenangkan duel di lini tengah, memberi kebebasan bagi Haaland untuk fokus mencetak gol. Odegaard juga tercatat sebagai pemain dengan umpan kunci terbanyak dalam pertandingan tersebut.

Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, memuji penampilan timnya. “Kami tahu Brasil adalah lawan yang berat, tetapi kami percaya pada rencana permainan. Martin (Odegaard) luar biasa malam ini. Dia membaca pertandingan dengan sempurna dan memberi kami kendali di area yang paling penting,” ujar Solbakken dalam konferensi pers usai laga.

Bagi Brasil, kekalahan ini menjadi tamparan keras. Pelatih Carlo Ancelotti harus memikul tanggung jawab atas strategi yang gagal membongkar pertahanan Norwegia. Neymar yang masuk sebagai pemain pengganti juga tak mampu mengubah jalannya pertandingan. Penampilan Norwegia yang solid, dengan Odegaard sebagai otak permainan, menjadi pelajaran berharga bahwa taktik dan kerja sama tim bisa mengalahkan individu-individu bintang.

Kemenangan ini membawa Norwegia melangkah ke perempat final, di mana mereka akan menghadapi pemenang laga antara Prancis dan Senegal. Dengan performa gemilang Odegaard dan ketajaman Haaland, Norwegia berpotensi menjadi kuda hitam yang patut diperhitungkan. Satu hal yang pasti, Odegaard telah membuktikan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di turnamen ini, dan perannya akan menjadi kunci bagi langkah Norwegia selanjutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup