Drama Azteca: Raul Jimenez Gagal Selamatkan Meksiko dari Kegilaan Bellingham
Plat Merah – Piala Dunia 2026 menyajikan laga dramatis antara tuan rumah Meksiko melawan Inggris di Estadio Azteca, Minggu malam. Dalam pertandingan yang sempat tertunda satu jam akibat badai, Inggris akhirnya menang 3-2 dan melaju ke perempat final. Bintang utama laga ini adalah Jude Bellingham yang mencetak dua gol dalam 98 detik, namun sorotan juga tertuju pada penyerang Meksiko, Raul Jimenez, yang dua kali nyaris menyamakan kedudukan.
Raul Jimenez, striker andalan Meksiko, menjadi mimpi buruk bagi kiper Inggris Jordan Pickford. Pada menit ke-30, Jimenez melepaskan tembakan keras yang hanya bisa ditepis Pickford dengan gemilang. Tak lama kemudian, sundulan Jimenez kembali digagalkan oleh kiper Everton tersebut. Meski gagal mencetak gol di babak pertama, Raul Jimenez tetap menjadi ancaman konstan bagi pertahanan Inggris.
Jalannya pertandingan berubah drastis setelah turun minum. Bek Inggris Jarell Quansah mendapat kartu merah pada menit ke-54 karena tekel tinggi kepada Jesus Gallardo. Meski unggul jumlah pemain, Meksiko justru kebobolan penalti setelah kiper Raul Rangel melanggar Anthony Gordon. Harry Kane sukses mengeksekusi dan membuat Inggris unggul 3-1.
Namun, Raul Jimenez kembali menjadi aktor penting. Pada menit ke-78, ia sukses mengeksekusi penalti setelah Kane melanggar Brian Gutierrez di kotak terlarang. Skor berubah 3-2 dan Meksiko semakin gencar menekan. Sayang, Raul Jimenez gagal menjadi pahlawan karena beberapa peluang emasnya kembali mentah di tangan Pickford atau melambung di atas mistar.
Pelatih Inggris Thomas Tuchel memuji ketangguhan timnya. “Ini adalah kemenangan luar biasa di stadion legendaris. Raul Jimenez adalah pemain berbahaya, tetapi kami berhasil meredamnya,” ujar Tuchel usai laga. Sementara itu, pelatih Meksiko menyesali kegagalan timnya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. “Raul Jimenez sudah memberikan segalanya, tapi sepak bola kadang kejam,” katanya.
Dengan hasil ini, Inggris akan berhadapan dengan Norwegia di perempat final. Sementara bagi Meksiko, turnamen kandang mereka berakhir pahit meski Raul Jimenez telah berjuang habis-habisan. Penampilan gemilang Jimenez sepanjang turnamen, termasuk rekor golnya, tetap patut diacungi jempol. Namun kali ini, ia harus mengakui kehebatan Inggris yang bermain dengan 10 orang.
Pertandingan ini menjadi bukti bahwa sepak bola selalu penuh kejutan. Raul Jimenez mungkin gagal membawa Meksiko lolos, tetapi namanya akan dikenang sebagai pejuang sejati di Azteca.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











