Harga Tiket Piala Dunia 2026 Anjlok Drastis Usai Tuan Rumah Tersingkir, Suporter Norwegia Keluhkan Biaya Selangit
Plat Merah – Harga tiket Piala Dunia 2026 menjadi sorotan tajam setelah sejumlah pertandingan perempatfinal mengalami penurunan harga hingga lebih dari 50 persen. Fenomena ini dipicu oleh tersingkirnya tim tuan rumah Amerika Serikat (AS) bersama Kanada dan Meksiko di babak 16 besar, serta kegagalan Portugal yang diperkuat megabintang Cristiano Ronaldo melaju ke fase selanjutnya.
Berdasarkan data dari platform penjualan tiket TickPick, harga tiket termurah untuk laga Spanyol vs Belgia di Inglewood, California, turun drastis dari 3.261 dolar AS menjadi hanya 1.381 dolar AS. Penurunan serupa terjadi pada pertandingan Inggris vs Norwegia di Miami Gardens, Florida, di mana harga tiket terendah merosot dari 3.866 dolar AS menjadi 2.049 dolar AS. Sementara itu, tiket laga Argentina vs Swiss di Kansas City, Missouri, juga turun dari 2.381 dolar AS menjadi 1.142 dolar AS.
Penurunan harga tiket Piala Dunia 2026 ini terutama disebabkan oleh dua faktor utama. Pertama, status AS sebagai tuan rumah yang sebelumnya menjadi daya tarik besar bagi penonton. Setelah tim asuhan Mauricio Pochettino tersingkir dengan kekalahan telak 1-4 dari Belgia, antusiasme suporter tuan rumah pun ikut menurun. Kedua, absennya Cristiano Ronaldo dari fase perempatfinal setelah Portugal takluk 0-1 dari Spanyol. Kehadiran CR7 selama ini menjadi salah satu pemicu tingginya permintaan tiket berkat daya tarik media dan nilai komersialnya.
Meski harga tiket perempatfinal mengalami penurunan, kondisi berbeda terjadi pada laga final. Tiket termurah untuk partai puncak Piala Dunia 2026 dilaporkan mencapai 9.346 dolar AS atau sekitar Rp169 juta. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik pertandingan puncak masih sangat tinggi, meskipun tim-tim unggulan telah tersingkir.
Di sisi lain, para suporter timnas Norwegia mengeluhkan mahalnya biaya untuk menyaksikan langsung pertandingan. Eirik, seorang suporter asal Oslo, mengaku telah menghabiskan sekitar 230.000 dolar AS atau setara Rp4,1 miliar untuk mengikuti seluruh perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026. Biaya tersebut mencakup tiket pertandingan, transportasi, dan kebutuhan logistik lainnya. “Oke, saya mengerti permintaan sangat banyak. Namun harga itu terlalu mahal. Seharusnya, mereka menjualnya dengan harga yang ramah suporter,” ujar Eirik yang telah menonton langsung Norwegia sejak Piala Dunia 1998 di Prancis.
Keluhan serupa datang dari Andreas, suporter Norwegia yang terbang dari Spanyol bersama dua putranya. Ia membeberkan bahwa total biaya untuk menyaksikan laga melawan Inggris mencapai 10.000 hingga 12.000 dolar AS (sekitar Rp180 juta hingga Rp217 juta), sudah termasuk ongkos perjalanan. “Itu salah satu hal negatif dari Piala Dunia kali ini,” tambah Andreas.
Fenomena harga tiket Piala Dunia 2026 yang fluktuatif ini menunjukkan betapa besarnya pengaruh partisipasi tim-tim populer terhadap pasar tiket. Tersingkirnya AS dan Portugal tidak hanya berdampak pada persaingan di lapangan, tetapi juga pada aspek ekonomi turnamen. Sementara itu, keluhan suporter Norwegia menjadi pengingat bahwa aksesibilitas terhadap ajang olahraga terbesar di dunia masih menjadi tantangan bagi penggemar dari berbagai kalangan.
Dengan masih berlangsungnya babak perempatfinal dan final yang akan datang, harga tiket Piala Dunia 2026 diprediksi akan terus berubah. Namun, satu hal yang pasti: turnamen ini telah memberikan pelajaran berharga tentang keseimbangan antara nilai komersial dan kepuasan suporter.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












