Paddy Pimblett Kunci Kemenangan Spektakuler di UFC 329, Target Jadi Juara Dunia

Paddy Pimblett Kunci Kemenangan Spektakuler di UFC 329, Target Jadi Juara Dunia

Plat Merah – Paddy Pimblett, petarung asal Liverpool, kembali mencuri perhatian dunia MMA setelah meraih kemenangan cepat atas Benoit Saint Denis di UFC 329, Sabtu (12/7/2026) waktu setempat. Dalam pertarungan yang berlangsung di T-Mobile Arena, Las Vegas, Pimblett sukses mengunci kemenangan melalui submission D’Arce choke hanya dalam waktu 52 detik pada ronde pertama. Kemenangan ini menjadi jawaban atas kekalahan sebelumnya dari Justin Gaethje sekaligus menegaskan ambisinya untuk menjadi juara dunia kelas ringan UFC.

Pertarungan antara Paddy Pimblett dan Benoit Saint Denis menjadi salah satu sorotan utama di UFC 329, terutama karena laga utama antara Conor McGregor dan Max Holloway berakhir antiklimaks akibat cedera lutut McGregor. Pimblett yang tampil sebagai underdog berhasil membungkam kritik dengan performa dominan. Ia memblok tendangan roundhouse Saint Denis, lalu dengan cepat melancarkan kuncian D’Arce yang membuat lawannya tertidur. “Light work,” ujar Pimblett santai dalam konferensi pers usai pertarungan.

Pimblett mengaku bahwa kemenangan ini sangat berarti baginya. Ia bahkan sempat berpikir untuk pensiun jika kalah dari Saint Denis. “Sekitar empat atau lima minggu lalu, saya bilang ke pelatih, ‘Kalau saya tidak menang, apa gunanya bertarung lagi? Lebih baik pensiun,'” ungkap Pimblett. Namun, semangatnya kembali membara setelah melihat Justin Gaethje mengalahkan Ilia Topuria. “Itu menjadi cambuk terbesar dalam hidup saya. Dua minggu terakhir latihan saya luar biasa, dan saya siap membunuh siapa pun,” tambahnya.

Dalam wawancara pasca-pertarungan, Paddy Pimblett menyatakan bahwa ia tidak peduli dengan nama lawan selanjutnya. Yang terpenting baginya adalah menjadi juara dunia. “Saya ingin menjadi juara dunia tak terbantahkan. Saya ingin menjadi juara dunia pertama dari Liverpool. Entah itu pertarungan berikutnya atau sepuluh pertarungan lagi, saya akan menjadi juara dunia. Sesederhana itu,” tegas Pimblett. Ia menyebut nama-nama seperti Justin Gaethje, Arman Tsarukyan, Ilia Topuria, dan Charles Oliveira sebagai lawan yang siap dihadapinya.

Kemenangan Pimblett di UFC 329 juga mendapat sorotan karena teknik submission yang ia gunakan. Ia menyebut kuncian tersebut sebagai perpaduan antara D’Arce dan Peruvian necktie yang ia lakukan secara spontan. “Itulah betapa bagusnya jiu-jitsu saya. Saya bisa menghubungkan hal-hal seperti itu dengan mulus. Saya belum pernah melakukannya di gym, saya lakukan begitu saja. Jiu-jitsu saya yang terbaik di dunia,” ujarnya dengan percaya diri.

Acara UFC 329 juga diwarnai dengan kehadiran bintang WNBA, Sophie Cunningham, yang menjadi ring girl tamu. Namun, fokus utama tetap pada performa Pimblett yang mampu mengalahkan lawan tangguh di hadapan penonton yang juga menyaksikan kemenangan timnas Inggris di Piala Dunia. Dengan kemenangan ini, Pimblett dipastikan naik peringkat di kelas ringan UFC dan semakin dekat dengan mimpi besarnya menjadi juara dunia.

Kesimpulannya, Paddy Pimblett telah membuktikan bahwa ia layak diperhitungkan di kelas ringan UFC. Dengan kemenangan impresif atas Benoit Saint Denis, ia tidak hanya membungkam kritikus tetapi juga menegaskan bahwa targetnya hanya satu: sabuk juara dunia. Langkah selanjutnya akan menentukan apakah ia bisa mewujudkan ambisinya tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup