FIFA Tegaskan Rencana Investasi Swasta di Piala Dunia Tetap Lanjut, UEFA Ancang Boikot

FIFA Tegaskan Rencana Investasi Swasta di Piala Dunia Tetap Lanjut, UEFA Ancang Boikot

PlatMerah.comFIFA menegaskan akan melanjutkan konsultasi terkait rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah entitas komersial baru yang menaungi Piala Dunia dan turnamen lainnya, dengan menawarkan hingga 20 persen saham kepada investor eksternal. Langkah ini diambil meskipun UEFA, melalui 55 asosiasi anggotanya, telah memilih boikot seluruh turnamen FIFA jika rencana tersebut tidak dihentikan.

Keputusan FIFA ini disampaikan dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (31/7/2026) dini hari WIB, sebagai respons atas penolakan keras dari berbagai konfederasi sepak bola, termasuk UEFA dan Concacaf. FIFA menyebut bahwa pemberitaan yang tidak akurat telah mengganggu proses konsultasi yang sedang berjalan, namun menegaskan bahwa mereka akan tetap melanjutkan proses tersebut.

Rencana FFE dan Keterlibatan Thrive Capital

Rencana FFE pertama kali diumumkan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada Selasa (28/7/2026). Melalui FFE, FIFA berencana memindahkan hak komersial, tiket, sponsor, dan siaran ke dalam entitas baru yang diperkirakan bernilai sekitar $20 miliar atau sekitar Rp 320 triliun.

Thrive Eternal, bagian dari Thrive Capital yang didirikan oleh Joshua Kushner, diperkirakan akan memimpin kelompok investor yang akan membeli hingga 20 persen saham FFE. J.P. Morgan disebut sebagai penasihat strategis dalam rencana ini. Joshua Kushner merupakan adik dari Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump.

FIFA menyatakan bahwa dana yang dihasilkan, hingga $4,2 miliar, akan digunakan untuk pengembangan sepak bola di seluruh dunia. Infantino juga menjanjikan peningkatan dana dasar untuk masing-masing dari 211 asosiasi anggota menjadi $20 juta, dengan batas waktu keputusan pada 19 September 2026.

Penolakan UEFA dan Ancaman Boikot

Pada Kamis (30/7/2026), 55 anggota UEFA menggelar pertemuan darurat dan memutuskan secara bulat untuk memboikot semua turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia 2030, jika rencana FFE tidak dihentikan. UEFA menegaskan bahwa jika investor eksternal memiliki kepemilikan atas kompetisi FIFA, maka sepak bola akan berubah selamanya. Mereka juga menyatakan bahwa Piala Dunia tidak untuk dijual.

Wakil Presiden UEFA, Laura McAllister, mengatakan bahwa UEFA tidak punya pilihan selain mengeluarkan ancaman yang sepadan dengan proposal yang dianggapnya buruk dan bencana. Namun, ia merasa optimis bahwa proposal tersebut tidak akan dilanjutkan.

Dukungan Penolakan dari Concacaf

Concacaf, konfederasi yang membawahi Amerika Utara, Tengah, dan Karibia, juga menolak rencana tersebut. Dengan demikian, penolakan datang tidak hanya dari Eropa, tetapi juga dari tiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026, yaitu AS, Kanada, dan Meksiko.

Tanggapan FIFA

Dalam pernyataannya, FIFA menegaskan bahwa tidak ada yang menjual sepak bola dan pihaknya tidak akan pernah mempertimbangkan hal tersebut. FIFA juga menyatakan bahwa setiap pihak memiliki hak untuk menyatakan penolakan dan mencari klarifikasi, tetapi tidak ada satu entitas pun yang dapat mengklaim mewakili semua 211 asosiasi anggota di dunia.

Meskipun mendapat tentangan keras, FIFA belum mengindikasikan akan menghentikan rencana tersebut. Mereka justru menegaskan akan melanjutkan proses konsultasi dengan seluruh asosiasi anggota.

Kontroversi ini terjadi di tengah kekhawatiran penggemar tentang kenaikan harga tiket Piala Dunia yang mencapai $4.185 untuk kursi di final. UEFA memperingatkan bahwa jika investor mengharapkan keuntungan, tekanan tersebut dapat berimbas pada penggemar melalui tiket yang lebih mahal, lebih banyak paywall, dan kewajiban komersial permanen.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup