Turis di Okinawa Ikut Bantu Lacak Hiu Langka yang Terancam Punah Lewat Program Sains Warga

Turis di Okinawa Ikut Bantu Lacak Hiu Langka yang Terancam Punah Lewat Program Sains Warga

Plat Merah – Wisatawan yang menyelam di perairan Okinawa kini tidak hanya menikmati keindahan bawah laut, tetapi juga berkontribusi dalam upaya konservasi hiu dan pari yang terancam punah. Melalui program sains warga (citizen science), para penyelam rekreasi membantu ilmuwan mengumpulkan data tentang keberadaan berbagai spesies hiu dan pari di perairan Jepang. Program yang dijalankan oleh organisasi konservasi laut PADI AWARE Foundation ini memungkinkan penyelam untuk mencatat dan melaporkan penampakan hiu serta pari selama kegiatan menyelam.

Informasi yang dikumpulkan kemudian digunakan para peneliti untuk memantau kondisi populasi satwa laut yang menghadapi berbagai ancaman, mulai dari penangkapan berlebih hingga perubahan iklim. Direktur Hubungan Masyarakat Global PADI, Samantha Pearson, mengatakan Jepang dipilih sebagai lokasi peluncuran program karena memiliki peran penting dalam konservasi hiu dan pari di kawasan Pasifik. “Jepang adalah salah satu tempat terbaik untuk memulai karena keanekaragaman spesies hiu dan parinya yang luar biasa,” kata Pearson.

Menurut Pearson, data yang dikumpulkan oleh para wisatawan sangat berharga karena membantu ilmuwan memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai persebaran spesies laut yang sulit dipantau secara terus-menerus. Program tersebut berpusat di Pulau Ishigaki, Okinawa, yang dikenal sebagai salah satu destinasi menyelam terbaik di Jepang.

Para peserta diminta mencatat spesies yang terlihat, lokasi penyelaman, serta jumlah individu yang dijumpai. Bahkan laporan yang tidak menemukan hiu maupun pari tetap dianggap penting bagi penelitian. Koordinator konservasi laut setempat menjelaskan bahwa informasi mengenai ketidakhadiran spesies tertentu sama berharganya dengan laporan penampakan. “Data ketika penyelam tidak melihat hiu juga sangat penting karena membantu kami memahami perubahan populasi dan habitat mereka,” ujarnya.

Perairan Okinawa menjadi habitat bagi berbagai spesies hiu, termasuk hiu martil, hiu macan, dan hiu paus. Namun, banyak spesies hiu dan pari di dunia saat ini menghadapi tekanan berat akibat perburuan, tangkapan sampingan dalam aktivitas perikanan, serta kerusakan habitat laut. Selain mendukung penelitian, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran wisatawan mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut.

Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, para ilmuwan berharap upaya konservasi dapat memperoleh dukungan yang lebih luas. Media Kampung melaporkan bahwa pendekatan ini menunjukkan bagaimana sektor pariwisata dapat berperan dalam pelestarian lingkungan. Aktivitas yang sebelumnya hanya dianggap sebagai rekreasi kini mampu menghasilkan data ilmiah yang membantu perlindungan spesies laut yang rentan terhadap kepunahan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup