Pengumuman TKA 2026: Jadwal Baru, Pendaftaran Diperpanjang, dan Dampaknya pada SPMB Nasional
Plat Merah – Pengumuman tka 2026 resmi dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada akhir Mei, menandai perubahan signifikan dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian akan dimajukan satu pekan, dimulai pada 26 Oktober dan berakhir pada 8 November. Penyesuaian ini merupakan respons atas masukan dari sekolah dan peserta tahun lalu, sekaligus upaya meningkatkan kualitas penilaian.
Jadwal lengkap pengumuman tka mencakup tahapan penting mulai dari pendaftaran hingga pengumuman hasil. Pendaftaran dibuka pada 18 Agustus hingga 27 September, memberikan lebih dari satu bulan bagi siswa untuk mendaftar. Selanjutnya, simulasi akan dilaksanakan pada 21‑27 September, diikuti gladi bersih 5‑18 Oktober, dan pelaksanaan utama 26 Oktober‑8 November. Gelombang susulan direncanakan pada 16‑29 November, dengan pengolahan hasil 8‑22 Desember dan pengumuman akhir 23 Desember.
- Pendaftaran: 18 Agustus – 27 September
- Simulasi: 21 – 27 September
- Gladi bersih: 5 – 18 Oktober
- Pelaksanaan utama: 26 Oktober – 8 November
- Pelaksanaan susulan: 16 – 29 November
- Pengolahan hasil: 8 – 22 Desember
- Pengumuman hasil: 23 Desember
Perubahan utama yang diusung dalam pengumuman tka tahun ini adalah perpanjangan durasi ujian menjadi empat hari, menggantikan format dua hari pada tahun sebelumnya. Kebijakan ini mengakomodasi aspirasi agar setiap hari hanya menguji satu mata pelajaran, sehingga nilai yang diperoleh lebih representatif. Rahmawati menegaskan bahwa pendekatan ini akan memudahkan siswa dalam mempersiapkan diri dan memberikan hasil yang lebih akurat untuk Sertifikat Hasil TKA (SHTKA), yang kini menjadi syarat penting dalam jalur prestasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Di tingkat daerah, SPMB Surabaya 2026 mengintegrasikan hasil TKA sebagai komponen penilaian jalur prestasi. Kepala Dinas Pendidikan Surabaya, Febria Rachmanita, menjelaskan bahwa bobot penilaian kini terdiri dari 60 % nilai rapor dan 40 % hasil TKA. Integrasi ini diharapkan meningkatkan transparansi dan objektivitas dalam seleksi masuk SMA, sekaligus memastikan semua anak usia sekolah di Surabaya memiliki akses pendidikan yang adil. Dengan demikian, pengumuman tka tidak hanya berdampak pada ujian nasional, tetapi juga pada kebijakan penerimaan murid di tingkat kota.
Toni Toharudin, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, menekankan bahwa hasil TKA tidak dimaksudkan untuk meranking provinsi atau sekolah. Data yang dihasilkan akan menjadi fondasi kebijakan berbasis bukti, membantu pemerintah menyesuaikan program pelatihan guru dan intervensi pembelajaran. TKA dipandang sebagai instrumen pemetaan capaian akademik secara komprehensif, bukan alat labelisasi. Pernyataan ini mempertegas komitmen kementerian untuk menggunakan data secara konstruktif, tanpa menimbulkan kompetisi yang tidak sehat antar daerah.
Secara keseluruhan, pengumuman tka 2026 menandai langkah maju dalam sistem evaluasi pendidikan Indonesia. Penjadwalan yang lebih awal, durasi ujian yang diperpanjang, serta integrasi hasil ke dalam SPMB memperkuat sinergi antara kebijakan pusat dan daerah. Diharapkan, melalui pelaksanaan yang lebih terstruktur dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, kualitas pembelajaran di seluruh tanah air akan terus meningkat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












