Mahasiswa Polije Dampingi BUMDes Tingkatkan Tata Kelola Keuangan Desa
Plat Merah – Jember – Inisiatif kolaboratif antara Politeknik Negeri Jember (Polije) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kembali membuktikan potensi pendidikan vokasi dalam mendorong transformasi ekonomi lokal. Program pendampingan oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik (AKP) Polije sejak Januari 2026 telah memberikan perubahan signifikan pada 12 BUMDes di wilayah Jember. Proses ini tidak hanya meningkatkan kualitas administrasi keuangan desa, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi masyarakat pedesaan yang berkelanjutan.
Peran Strategis Mahasiswa dalam Peningkatan Tata Kelola Keuangan
Dengan pendampingan langsung selama 6 bulan, mahasiswa AKP Polije mengidentifikasi celah-celah dalam sistem administrasi BUMDes, khususnya yang masih sangat bergantung pada metode manual. Salah satu fokus utama adalah penyusunan laporan keuangan yang memenuhi standar akuntansi sektor publik (SAP) dan implementasi aplikasi pencatatan keuangan. Najwa Alifa Hamdah, mahasiswa angkatan 2024, menceritakan bahwa proses ini menjadi laboratorium nyata bagi mereka.
- Analisis sistem keuangan BUMDes yang sebelumnya berpotensi rawan kesalahan manual
- Pengadopsian software akuntansi sederhana dengan fitur pelacakan transaksi real-time
- Pelatihan bagi staf BUMDes dalam penggunaan teknologi administrasi
- Pembuatan sistem pelaporan bulanan yang dapat dipertanggungjawabkan
Transformasi Administrasi di BUMDes Ajong Rejo
Satu dari sekian banyak kasus sukses tercatat di BUMDes Ajong Rejo. Sebelum intervensi, Direktur Ishak Setiawan mengakui sistem keuangan mereka rentan pada kesalahan manusia dan kesulitan dalam audit. Tabel berikut memperlihatkan perbandingan kondisi sebelum dan sesudah program pendampingan:
| Atribut | Sebelum Pendampingan | Sesudah Pendampingan |
|---|---|---|
| Metode Pencatatan | Manual (buku fisik) | Digital (aplikasi akuntansi) |
| Frekuensi Laporan Keuangan | 3 bulan sekali | Mingguan/cek aktual |
| Kemudahan Audit | Memakan waktu 5-7 hari | 2-3 hari dengan laporan terstruktur |
| Transparansi Masyarakat | Hanya bisa diakses oleh pengurus | Dapat diakses oleh seluruh anggota melalui portal daring |
Dampak Ekonomi dan Sosial yang Berkelanjutan
Perbaikan administrasi ini memiliki implikasi jangka panjang. Menurut Ketua Jurusan Bisnis Polije, Dessy Putri Andini, program ini berhasil mengurangi risiko penyelewengan dana desa sebesar 35% berdasarkan evaluasi awal. Selain itu, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes telah mendorong peningkatan partisipasi dalam unit usaha seperti kerajinan daerah dan pertanian organik.
Kronologi Implementasi
- Desember 2025: Penyusunan desain program kerja sama antara Polije dan pemerintah desa
- Januari 2026: Sosialisasi dan seleksi mahasiswa penerima tugas lapangan
- Maret 2026: Pelatihan teknis akuntansi sektor publik bagi mahasiswa
- April-Juni 2026: Fase implementasi di 12 BUMDes dengan pendampingan intensif
- Juli 2026: Evaluasi hasil dan penyiapan laporan akhir
Prospek Kolaborasi Pendidikan dan Pemberdayaan Desa
Kemitraan ini mencerminkan strategi inovatif dalam pendidikan vokasi. Dengan menggabungkan teori akuntansi sektor publik dan praktik lapangan, Polije berhasil menciptakan model pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Direktur Eksekutif BUMDes Ajong Rejo, Ishak Setiawan, menyatakan bahwa sistem baru ini telah membuka peluang akses ke skema bantuan pemerintah yang sebelumnya tertutup karena sistem administrasi yang kurang transparan.
Kompetensi yang dikembangkan melalui program ini mencakup analisis keuangan, manajemen risiko, dan penerapan teknologi informasi dalam sektor publik. Data dari Kementerian Desa menunjukkan bahwa desa yang menerapkan sistem keuangan modern mengalami pertumbuhan ekonomi 2,5 kali lebih cepat dibanding desa konvensional selama periode 2021-2025.
Dengan terus mengembangkan inisiatif serupa, Polije tidak hanya memenuhi mandat pendidikan vokasi, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kapasitas masyarakat pedesaan. Upaya ini secara nyata memperkuat fondasi ekonomi desa di tengah era digitalisasi yang semakin mengalihkan fokus pemberdayaan masyarakat ke arah solusi berbasis teknologi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








