Hesti Haris Dorong Gerakan Jambi Bersholawat, Gerakan Religi Baru untuk Masyarakat
Latar Belakang Gerakan Jambi Bersholawat
Plat Merah – Gerakan Jambi Bersholawat muncul sebagai respons kolektif terhadap tantangan moral dan sosial yang semakin kompleks di Provinsi Jambi. Sejak awal 2020-an, muncul kekhawatiran tentang menurunnya nilai-nilai keagamaan di kalangan generasi muda, terutama di daerah perkotaan. Pemerintah daerah bersama Lembaga Dakwah dan Majelis Taklim mulai merancang program yang tidak hanya menekankan ritual, melainkan menumbuhkan kecintaan pada Nabi Muhammad SAW melalui kegiatan bersholawat yang terstruktur.
Penggerak Utama: Hesti Haris
Hj. Hesnidar Haris, SE—yang akrab disapa Hesti Haris—sebagai Ketua TP PKK Provinsi Jambi memainkan peran kunci dalam menggerakkan gerakan ini. Dengan latar belakang pendidikan ekonomi dan pengalaman panjang di organisasi perempuan, Hesti memahami pentingnya melibatkan keluarga, perempuan, dan remaja dalam proses pembentukan karakter religius.
Visi dan Misi
- Menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui sholawat yang mudah diakses.
- Memperkuat ukhuwah Islamiyah antar‑warga, terutama antar‑generasi.
- Menyisipkan nilai moral dan etika ke dalam aktivitas harian masyarakat.
- Mengintegrasikan seni religi lokal sebagai media penyampaian pesan.
Kegiatan Sosialisasi di Kota Sungai Penuh (3 Juli 2026)
Pada Jumat, 3 Juli 2026, Hesti Haris menggelar sosialisasi Gerakan Jambi Bersholawat di Balai Desa Sungai Penuh. Acara berlangsung dengan suasana hangat, dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan sekolah dan pesantren. Selama sesi, Hesti menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar melantunkan sholawat, melainkan sebuah platform pembentukan karakter, pelestarian budaya, dan penguatan jaringan sosial.
Rangkaian Program yang Diperkenalkan
- Pengajian keluarga dan kelompok majelis taklim.
- Pelatihan pembina sholawat untuk remaja dan ibu‑ibu.
- Kolaborasi dengan sekolah menengah dan pesantren untuk kurikulum non‑formal.
- Pemberdayaan kelompok seni religi, seperti tari Saman dan nyanyian qasidah.
- Pembentukan “Sholawat Corner” di ruang publik, seperti balai desa dan pasar tradisional.
Jadwal Kegiatan Terstruktur
| Bulan | Kegiatan Utama | Lokasi |
|---|---|---|
| Juli | Pelatihan Pembina Sholawat | Balai PKK Provinsi Jambi |
| Agustus | Pengajian Keluarga di Setiap Kelurahan | Balai Desa |
| September | Festival Seni Religi | Alun‑alun Kota Jambi |
Kronologi Singkat Acara Sosialisasi
- 09.00 – Pembukaan oleh Camat Sungai Penuh.
- 09.15 – Sambutan Hesti Haris, Ketua TP PKK Provinsi Jambi.
- 09.30 – Paparan visi‑misi Gerakan Jambi Bersholawat.
- 10.00 – Sesi tanya‑jawab bersama tokoh agama dan pemuda.
- 10.45 – Demonstrasi sholawat bersama kelompok seni religi.
- 11.30 – Penyerahan bantuan kursi roda kepada Ibu Marlina (60 tahun) dari Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci.
- 12.00 – Makan siang bersama dan penutupan.
Dampak dan Implikasi Bagi Berbagai Pihak
Masyarakat umum: Terbuka ruang interaksi lintas generasi yang menurunkan potensi konflik sosial, sekaligus memberi sarana edukatif yang menyenangkan.
Pemerintah daerah: Gerakan ini menyediakan basis data kegiatan keagamaan yang dapat diintegrasikan ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan program pembangunan sosial.
Sektor pendidikan: Kolaborasi dengan sekolah memungkinkan pengenalan nilai‑nilai religius tanpa mengganggu kurikulum formal, memperkaya kegiatan ekstrakurikuler.
Industri kreatif lokal: Pemberdayaan kelompok seni religi membuka peluang pasar baru untuk produk budaya, seperti kostum tradisional, alat musik, dan rekaman audio sholawat.
Organisasi keagamaan: Sinergi antara PKK, Majelis Taklim, dan pesantren meningkatkan efektivitas penyuluhan serta memperkuat jaringan dakwah.
Harapan Kedepan
Hesti Haris menutup acara dengan harapan agar Gerakan Jambi Bersholawat dapat menjadi media pembentukan karakter positif bagi generasi muda, memperkokoh kerukunan, serta menjadi kontribusi signifikan Provinsi Jambi dalam memajukan kehidupan beragama yang moderat dan berbudaya. Ia menyerukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, lembaga keagamaan, serta seluruh lapisan masyarakat untuk menyediakan fasilitas, pendampingan, dan sumber daya yang diperlukan.
Dengan langkah konkret seperti penyerahan kursi roda kepada Ibu Marlina, gerakan ini juga menegaskan komitmennya pada kepedulian sosial yang inklusif, menjadikan kegiatan keagamaan tidak terpisah dari aksi kemanusiaan. Jika didukung secara konsisten, Gerakan Jambi Bersholawat berpotensi menjadi model bagi provinsi lain, menggabungkan nilai‑nilai spiritual dengan pembangunan sosial‑ekonomi yang berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











