Direksi Baru Perumda Pasar Argha Nayottama Hadapi Tantangan Transformasi Bisnis dan Pelayanan Publik
Konteks dan Signifikansi Pelantikan Direksi Baru
Plat Merah – Pelantikan direksi baru Perumda Pasar Argha Nayottama yang berlangsung di Singaraja, Jumat (3/7/2026), menjadi momentum strategis bagi pembangunan ekonomi daerah. Sebagai badan usaha milik daerah yang mengelola 12 pasar modern dan 3 pasar tradisional di wilayah Kabupaten Buleleng, perusahaan ini memiliki kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Data dari Dinas Perdagangan Provinsi Bali menunjukkan kontribusi PAD dari sektor perdagangan di Buleleng naik 14% pada 2025, namun masih tertinggal 12% dibanding kabupaten tetangga seperti Badung.
Proses Seleksi yang Transparan dan Kompetitif
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Jumlah Pemohon | 217 orang |
| Wawancara Tahap 1 | 53 orang |
| Assessment Center | 30 orang |
| Calon Terpilih | 3 orang |
Proses seleksi yang berlangsung selama 3 bulan ini melibatkan tiga tahap utama. Bupati Sutjidra menekankan bahwa transparansi menjadi prinsip utama, dengan penerbangan skor penilaian ke publik melalui situs resmi Pemkab Buleleng. Hal ini berbeda dengan praktik di beberapa daerah yang masih mengandalkan penunjukan langsung.
Profil Direksi Terpilih dan Strategi Awal
| Nama | Jabatan | Pengalaman Relevan |
|---|---|---|
| I Ketut Mas Angarta Tenaya | Direktur Utama | 12 tahun manajemen perdagangan di pasar rakyat, 5 tahun di sektor pariwisata |
| Komang Sonni | Direktur Keuangan | 15 tahun di perbankan daerah, 3 tahun di manajemen risiko BUMN |
| I Made Sulistiawan | Direktur Operasional | 10 tahun di logistik rantai pasok, 4 tahun di manajemen infrastruktur pasar |
Dalam rapat internal pertama, direktur utama Tenaya mengungkapkan rencana prioritas: digitalisasi sistem pembayaran di 8 pasar, peningkatan inspeksi kualitas produk, dan pengembangan pasar tradisional menjadi pusat kebudayaan lokal. “Kami memahami bahwa perubahan harus diawali dengan ekosistem yang sehat, yaitu kesejahteraan pedagang,” ujarnya.
Kronologi Pembentukan Direksi Baru
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 1 Februari 2026 | Pengumuman rekrutmen publik |
| 15 Maret 2026 | Diskusi publik antar kandidat |
| 30 Mei 2026 | Pengumuman 5 besar kandidat |
| 3 Juli 2026 | Pelantikan resmi |
Dampak dan Implikasi Kebijakan
Transformasi ini diharapkan memberikan dampak signifikan:
- Bagi Pedagang: Pengurangan biaya operasional hingga 18% melalui efisiensi manajemen
- Bagi Pemerintah: Potensi peningkatan PAD sebesar 25% pada 2027
- Bagi Wisatawan: Pengembangan pasar tradisional sebagai spot destinasi budaya
Tantangan yang Dihadapi
Sejumlah hambatan potensial telah diidentifikasi:
- Kurangnya kepatuhan pedagang terhadap aturan sanitasi (hanya 37% yang mematuhi standar)
- Ketergantungan pada pendapatan dari retribusi pasar (85% total pendapatan)
- Minat generasi muda untuk berdagang di pasar tradisional menurun 20% sejak 2020
Strategi Kunci 2026-2031
Tim direksi telah menetapkan peta jalan 5 tahun yang mencakup:
- Pelatihan keterampilan 1.500 pedagang
- Pembangunan 4 pasar modern berteknologi ramah lingkungan
- Program insentif untuk pedagang UMKM
- Penyusunan Rencana Pengembangan Pasar 2027-2032
Dengan dukungan penuh dari Pemkab Buleleng dan sinergi yang dibangun dengan asosiasi pedagang, pelantikan ini diharapkan menjadi batu loncatan untuk mengubah Perumda Pasar Argha Nayottama menjadi model perusahaan daerah yang unggul di kawasan Nusa Tenggara Timur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











