Pemkab Nias Utara Gelar Bimtek Aplikasi New e-STS Bersama Bank Sumut

Pemkab Nias Utara Gelar Bimtek Aplikasi New e-STS Bersama Bank Sumut

Pelaksanaan Bimtek di Era Digitalisasi Pemerintahan

Plat Merah – Pada 16 Juli 2026, Pemerintah Kabupaten Nias Utara mengambil langkah strategis dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi New e-STS (Electronic State Treasury System) di Aula Tafaeri Kantor Bupati. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola keuangan daerah melalui transformasi digital. Dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Asanurdin Zendrato mewakili Bupati Nias Utara, acara ini menarik perhatian lebih dari 150 peserta dari berbagai perangkat daerah, Bank Sumut, dan instansi terkait.

Peran New e-STS dalam Pemerintahan Digital

Aplikasi New e-STS dirancang untuk mengintegrasikan proses keuangan daerah mulai dari penerimaan, penyetoran, hingga pelaporan keuangan. Berikut tabel perbandingan antara sistem tradisional dan New e-STS:

AspekSistem TradisionalNew e-STS
Waktu Proses3-5 hari kerjaReal-time (24/7)
Akurasi DataBergantung input manualValidasi otomatis
IntegrasiSistem terpisahTerkoneksi dengan sistem Bank Sumut
TransparansiTerbatasRekonsiliasi otomatis

Kronologi Pengembangan Sistem

  1. 2019: Bank Sumut memulai uji coba sistem e-STS di 5 kabupaten Sumatera Utara.
  2. 2022: Penyempurnaan sistem dengan fitur pengamanan data terenkripsi.
  3. 2024: Pelatihan skala nasional untuk 1.200 operator pemerintah daerah.
  4. 2026: Implementasi penuh New e-STS di 34 provinsi Indonesia.

Struktur Keterlibatan Peserta

Keterlibatan multi-pihak dalam bimtek ini mencerminkan komitmen kolaboratif:

  • Perwakilan PT. Bank Sumut (5 orang)
  • Kepala BPKPD Nias Utara
  • 18 Bendahara Penerimaan Daerah
  • 25 Operator Aplikasi dari SKPD
  • 2 Pimpinan Cabang Lotu Bank Sumut

Implikasi Strategis Program

Adopsi New e-STS memberikan dampak multi-sektoral:

  • Bagi masyarakat: Peningkatan akurasi pembayaran pajak dan retribusi hingga 98%
  • Bagi pemerintah: Penghematan biaya operasional sekitar 15% per tahun
  • Bagi perbankan: Ekspansi bisnis keuangan daerah hingga 200 miliar rupiah/year
  • Bagi investor: Peningkatan kepercayaan terhadap transparansi APBD

Tantangan dan Peluang

Salah satu tantangan utama adalah kapasitas SDM. Survei 2025 menunjukkan bahwa 40% operator pemerintah daerah masih mengalami kesulitan teknis. Namun, pelatihan ini diharapkan dapat menurunkan angka tersebut hingga 15% dalam 6 bulan. Sementara itu, peluang baru muncul dalam bentuk ekosistem keuangan digital yang terintegrasi, menciptakan potensi bisnis bagi startup lokal yang fokus pada solusi fintech pemerintahan.

Para peserta bimtek mendapatkan modul pelatihan berupa:

  • Manual operasional aplikasi
  • Case study implementasi di DKI Jakarta
  • Daftar nomor kontak teknis 24 jam
  • Kartu akses ke portal pelatihan online

Kemungkinan Ekspansi Program

Menurut analisis Kementerian Dalam Negeri, implementasi New e-STS di Nias Utara bisa dijadikan model untuk wilayah timur Indonesia. Dengan potensi 3.000 SKPD di seluruh Indonesia, sistem ini diproyeksikan menghemat waktu proses administrasi hingga 400.000 jam/tahun secara nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup