Prabowo salat Idul Adha di Paris, Momen Diplomasi dan Kebersamaan Diaspora

Prabowo salat Idul Adha di Paris, Momen Diplomasi dan Kebersamaan Diaspora

Plat Merah – Prabowo salat Idul Adha di Paris [titlebase] menjadi sorotan utama pada 27 Mei 2026, ketika Presiden Republik Indonesia melaksanakan shalat Idul Adha bersama warga negara Indonesia serta diaspora yang berada di ibukota Prancis. Acara yang berlangsung di Wisma Indonesia, Paris, tidak hanya menandai kepatuhan agama, tetapi juga memperkuat pesan diplomatik dalam rangkaian tiga kunjungan resmi Presiden ke Perancis sepanjang tahun 2026.

Kunjungan pertama Prabowo ke Paris terjadi pada Januari 2026, usai menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos. Pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée menghasilkan kesepakatan strategis di bidang pertahanan, energi, dan kerjasama internasional. Kunjungan kedua pada April 2026 dilanjutkan setelah pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, menegaskan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global.

Kunjungan ketiga, yang berujung pada Prabowo salat Idul Adha di Paris [titlebase], difokuskan pada hubungan kemasyarakatan. Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut undangan resmi Presiden Macron yang sempat tertunda. Selain pertemuan resmi, Prabowo menyempatkan diri bertemu komunitas diaspora, menandai momen kebersamaan yang jarang terjadi dalam agenda kenegaraan.

Acara dimulai pukul 08.40 waktu setempat, ketika Presiden tiba di Wisma Indonesia dan langsung menuju ruang shalat. Imam sekaligus khatib, Fakhruddin Arrozi, memimpin shalat dan menyampaikan khotbah yang menekankan dimensi kemanusiaan kurban serta pentingnya persatuan bagi umat Islam yang tinggal di luar negeri. “Kita tidak diperintahkan menyembelih anak‑anak kita, melainkan ego kita,” ujarnya, menambah nuansa spiritual pada pertemuan diplomatik.

Setelah shalat, Prabowo berinteraksi dengan warga dan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi atau riset di Perancis. Empat mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya – Zeahita, Yuri, Kezia, dan Sindhu – menyampaikan rasa terharu mereka karena dapat beribadah bersama Presiden. Kezia menambahkan, “Kami datang ke Lyon untuk Model United Nations, namun kebetulan berada di Paris pada hari Idul Adha, jadi sangat spesial bisa salat bersama Pak Presiden.”

  • Agenda resmi: pertemuan bilateral dengan Emmanuel Macron.
  • Agenda sosial: salat Idul Adha bersama diaspora.
  • Agenda ekonomi: promosi produk pertanian Indonesia, khususnya kopi, melalui jaringan diaspora.

Para anggota diaspora juga menyoroti peran Prabowo sebagai “pejuang modern” yang tak kenal lelah. Ida Digong, seorang aktivis pertanian dan pendiri Alko Cafe Blockchain, menilai kepemimpinan Prabowo sebagai contoh disiplin dan kerja keras yang diperlukan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya dukungan diaspora dalam mempromosikan produk pertanian, terutama kopi, di pasar Eropa.

Dari sisi logistik, kedatangan Prabowo di Paris disambut dengan kendaraan mewah Mercedes‑Maybach S‑Class yang diperkirakan bernilai setara 80 ekor sapi Limosin. Meskipun demikian, sorotan utama tetap pada nilai simbolis acara keagamaan yang menyatukan komunitas Indonesia di luar negeri.

Keseluruhan rangkaian kunjungan, termasuk Prabowo salat Idul Adha di Paris [titlebase], menegaskan strategi Indonesia untuk memperkuat diplomasi publik, meningkatkan kerjasama bilateral, dan menumbuhkan rasa kebangsaan di kalangan diaspora. Momen ini sekaligus menjadi contoh bagaimana agenda kenegaraan dapat dipadukan dengan kegiatan kebudayaan dan keagamaan, menciptakan ikatan yang lebih kuat antara Indonesia dan Perancis.

Dengan menutup kunjungan pada bulan Mei, pemerintah Indonesia berharap hubungan bilateral dengan Perancis akan terus berkembang, khususnya dalam bidang energi terbarukan, teknologi pertanian, dan pertukaran akademik. Prabowo salat Idul Adha di Paris [titlebase] menjadi bukti nyata komitmen tersebut, sekaligus menginspirasi generasi muda Indonesia di luar negeri untuk tetap menjaga identitas dan semangat kebangsaan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup