Udang Kebumen Siap Ekspor ke China dan AS, Panen Raya Prabowo Dorong Produksi 80 Ton

Udang Kebumen Siap Ekspor ke China dan AS, Panen Raya Prabowo Dorong Produksi 80 Ton

Plat Merah – Udang yang dipanen Prabowo di Kebumen bakal diekspor ke China hingga AS [titlebase] menjadi sorotan utama setelah panen raya pada 23 Mei 2026 menghasilkan 80 ton udang vannamei berkualitas ekspor.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung kegiatan panen di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, yang mencakup lahan seluas 100 hektare dengan 139 kolam produksi. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa hasil panen memenuhi standar best practice industri udang internasional.

Kepadatan tebar udang di BUBK Kebumen ditingkatkan hingga 250 ekor per meter persegi, sehingga total produksi diproyeksikan mencapai 960 ton pada akhir tahun 2026. Berikut rincian target produksi:

ParameterNilai
Luas Tambak Inti24 hektare
Jumlah Kolam139 kolam
Kepadatan Tebar250 ekor/m²
Target Produksi 2026960 ton

Panen kedelapan ini tidak hanya mencatat volume tinggi, tetapi juga kualitas yang memenuhi kriteria ekspor. Udang yang dipanen memiliki ukuran 22-30 ekor per kilogram dengan harga jual rata-rata Rp70.000 per kilogram. Seluruh hasil panen telah dibeli oleh pelaku usaha lokal, termasuk supplier udang asal Cirebon, Ciko Joyo, yang akan mengolahnya sebelum dikirim ke pasar internasional.

Menurut Ciko Joyo, “Arahan dari pabrik untuk kami ambil dari BUBK Kebumen karena kualitasnya, dan ukurannya juga besar sesuai kebutuhan kami untuk ekspor ke Amerika Serikat.” Dengan demikian, Udang yang dipanen Prabowo di Kebumen bakal diekspor ke China hingga AS [titlebase] tidak hanya menjadi strategi peningkatan devisa, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai produsen udang premium.

Selain menargetkan pasar Amerika Serikat, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga membuka peluang ekspor ke China. Pemerintah berharap diversifikasi pasar dapat mengurangi ketergantungan pada satu destinasi dan meningkatkan stabilitas pendapatan petani udang.

Keberhasilan BUBK Kebumen juga berdampak signifikan pada penyerapan tenaga kerja. Selama operasional, tambak ini mempekerjakan sekitar 645 pekerja lokal, memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya swasembada pangan, termasuk protein hewani seperti udang, dalam rangka memperkuat ketahanan nasional. Ia menyatakan bahwa dalam lima tahun ke depan Indonesia akan berupaya mencapai swasembada daging, sementara sektor udang sudah berada pada posisi yang sangat kompetitif.

Dengan hasil panen yang konsisten dan kualitas yang terjaga, BUBK Kebumen dijadikan model bagi pengembangan tambak udang modern di wilayah lain. Pemerintah berencana mereplikasi konsep ini di provinsi lain untuk meningkatkan total produksi udang nasional.

Secara keseluruhan, Udang yang dipanen Prabowo di Kebumen bakal diekspor ke China hingga AS [titlebase] menandai langkah strategis Indonesia dalam memperkuat posisi pada pasar udang global, sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup