Mantan ART Ungkap Syarat Damai dengan Erin: Gaji Dibayar-Barang Dikembalikan

Mantan ART Ungkap Syarat Damai dengan Erin: Gaji Dibayar-Barang Dikembalikan

Plat MerahJakarta – Kasus perseteruan antara Rien Wartia Trigina alias Erin, mantan istri Andre Taulany, dengan dua mantan asisten rumah tangganya (ART) terus bergulir. Kini, salah satu mantan ART, Herawati (Hera), secara terbuka menyatakan kesediaannya untuk berdamai dengan Erin. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi: gaji dibayar dan barang dikembalikan.

Mantan ART ungkap syarat damai dengan Erin: gaji dibayar-barang dikembalikan menjadi sorotan publik setelah Hera dan Nur, mantan ART lainnya, melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan. Hera melaporkan dugaan penganiayaan fisik, sementara Nur mengaku mengalami kekerasan psikologis dan penahanan barang pribadi.

Kuasa hukum Hera, Deolipa Yumara, mengatakan bahwa persoalan ini sebenarnya hanya kesalahpahaman antara pemberi kerja dan pekerja. “Saya menganggap ini sebenarnya persoalan yang masih bisa diselesaikan secara baik. Artinya, ini hanya kesalahpahaman biasa,” ujar Deolipa. Hera sendiri bersedia memaafkan Erin asalkan tiga syarat dipenuhi: permintaan maaf, pengembalian barang pribadi (handphone, baju, dompet), dan pelunasan gaji selama 28 hari kerja.

Mantan ART ungkap syarat damai dengan Erin: gaji dibayar-barang dikembalikan juga diamini oleh Nur, yang sebelumnya melarikan diri dari rumah Erin dengan melompati pagar karena tidak diizinkan pulang meski orang tuanya sakit. Kuasa hukum Nur, Basuki, mengatakan bahwa pihaknya telah melayangkan somasi terbuka dan tertulis kepada Erin. “Di antaranya harus mengembalikan handphone yang disita sepihak begitu saja, ada KTP juga, terus kemudian ada dompet yang isinya ada ATM dan satu tas pakaian,” jelas Basuki.

Menariknya, setelah kasus ini ramai, orang suruhan Erin menghubungi Basuki untuk meminta nomor rekening guna membayar gaji Nur. Namun, Basuki belum memberikannya karena kondisi Nur yang belum stabil secara psikis. Nur mengalami gejala fisik seperti mual dan pusing akibat tekanan psikologis selama bekerja.

Sementara itu, Hera menegaskan bahwa jika semua tuntutannya dipenuhi, ia akan mencabut laporan polisi. “Asal dianya cabut, ya saya juga cabut juga, kan namanya udah damai,” ujar Hera. Ia berharap Erin menunjukkan itikad baik dengan memenuhi syarat yang diajukan.

Mantan ART ungkap syarat damai dengan Erin: gaji dibayar-barang dikembalikan menjadi kunci penyelesaian kasus ini. Publik pun menanti apakah Erin akan memenuhi tuntutan tersebut atau memilih jalur hukum. Yang jelas, kedua mantan ART berharap keadilan dapat ditegakkan tanpa harus berlarut-larut di pengadilan.

Kesimpulannya, perseteruan antara Erin dan mantan ART-nya menunjukkan pentingnya hubungan kerja yang adil dan manusiawi. Dengan adanya niat damai dari Hera dan Nur, diharapkan Erin dapat merespons positif dan memenuhi hak-hak mereka sebagai pekerja.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup