Ledakan Galian Fatmawati: Satu Korban Jalani Operasi Plastik, Luka Bakar di Wajah

Ledakan Galian Fatmawati: Satu Korban Jalani Operasi Plastik, Luka Bakar di Wajah

Plat Merah – Kondisi 2 pekerja korban ledakan di galian Fatmawati: luka bakar, masih di IGD [titlebase] menjadi perhatian publik setelah insiden yang terjadi pada Senin (8/6/2026) pagi. Ledakan keras di proyek pemasangan pipa air bersih di Jalan RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, melukai dua pekerja berinisial H dan R. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati untuk mendapatkan perawatan intensif. Kapolsek Cilandak Kompol Gusprihatin Zen mengonfirmasi bahwa salah satu korban mengalami luka bakar parah di wajah dan harus menjalani operasi plastik. Sementara korban lainnya mulai membaik dan sudah bisa diajak berkomunikasi.

Peristiwa nahas itu terjadi saat pekerjaan pengeboran sedang berlangsung. Dugaan sementara, ledakan dipicu oleh kabel listrik bawah tanah yang putus akibat terkena alat bor. Warga sekitar dan pekerja perkantoran dikejutkan oleh suara ledakan yang cukup keras. Polisi segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat melalui layanan darurat 110. Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mendalami penyebab pasti ledakan dan kemungkinan adanya unsur kelalaian.

Kondisi 2 pekerja korban ledakan di galian Fatmawati: luka bakar, masih di IGD [titlebase] menjadi prioritas utama. Salah satu korban masih menjalani perawatan di IGD dan dijadwalkan menjalani operasi plastik untuk memulihkan luka di wajahnya. “Kondisi yang satu sudah membaik, yang satu operasi plastik. Operasi bagian muka karena agak parah di bagian muka, tapi masih sadar kok,” ujar Gusprihatin saat dihubungi, Selasa (9/6/2026). Korban lainnya dilaporkan dalam kondisi stabil dan mulai pulih.

Polisi belum dapat meminta keterangan dari kedua korban karena fokus pada pemulihan kesehatan. Namun, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi dan pihak vendor yang bertanggung jawab di lapangan. “Kami masih tahap pemeriksaan saksi-saksi, vendor-vendor. Kami periksa ya karena kami perlu lagi pendalaman untuk masalah ini,” jelas Gusprihatin. Ia menambahkan, setelah kondisi korban memungkinkan, mereka akan dimintai keterangan untuk membantu penyelidikan.

Biaya pengobatan kedua korban ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan mitra PAM Jaya yang mengerjakan proyek tersebut. “Ditanggung perusahaan semua, full,” tegas Gusprihatin. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban korban dan keluarganya.

Kondisi 2 pekerja korban ledakan di galian Fatmawati: luka bakar, masih di IGD [titlebase] menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan kerja dalam proyek-proyek utilitas. Insiden ini juga menyoroti perlunya koordinasi yang lebih baik antara kontraktor dan pihak terkait untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa. Masyarakat berharap agar proses penyelidikan berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi para korban.

Kesimpulannya, ledakan di galian Fatmawati menyebabkan dua pekerja mengalami luka bakar, dengan satu korban menjalani operasi plastik di wajah. Polisi terus mendalami penyebab insiden dan memeriksa saksi-saksi. Perusahaan proyek telah bertanggung jawab atas biaya pengobatan. Peristiwa ini menegaskan kembali urgensi penerapan standar keselamatan kerja yang ketat di setiap proyek konstruksi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup