Awal Mula Istri Polisi Tewas di Kamar Mandi, Diam-diam Ambil Pistol Suami

Awal Mula Istri Polisi Tewas di Kamar Mandi, Diam-diam Ambil Pistol Suami

PlatMerah.com, Medan – Polda Sumut mengungkap awal mula wanita berinisial LR, seorang istri polisi, tewas di kamar mandi diduga akibat bunuh diri menggunakan pistol milik suaminya. Peristiwa terjadi di kediamannya di Komplek Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, Minggu (2/8/2026) sore.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, membenarkan kejadian tersebut. LR diketahui merupakan istri dari personel Polsek Medan Sunggal, Polrestabes Medan. Peristiwa bermula saat korban dan suaminya sama-sama berada di rumah.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan Kombes Ferry, setelah pulang berdinas, suami korban meletakkan tas berisi senjata api di atas meja lalu beristirahat. Tak lama kemudian, ia terbangun dan mendapati tas tersebut sudah terbuka. Setelah diperiksa, senjata api miliknya sudah tidak ada.

Korban diduga mengambil senjata api tersebut secara diam-diam dan masuk ke kamar mandi. Tidak lama berselang, suami korban mendengar suara tembakan dari dalam kamar mandi. Ia pun berusaha membuka pintu yang terkunci dari dalam dengan cara mendobrak.

Setelah pintu berhasil dibuka, suami korban mendapati istrinya sudah tergeletak bersimbah darah. Di lokasi kejadian juga ditemukan senjata api miliknya. Saat diperiksa, korban diketahui telah meninggal dunia.

Status Pernikahan Korban

Dalam perkembangan selanjutnya, Polda Sumut mengungkap bahwa LR sebenarnya sudah tidak lagi berstatus sebagai istri sah dari anggota polisi tersebut. Keduanya telah berpisah sejak tahun 2022, baik secara agama maupun negara. Dengan demikian, korban bukan lagi anggota Bhayangkari.

Karena statusnya sebagai mantan istri, penanganan perkara ini dilimpahkan ke Polrestabes Medan dan tidak lagi ditangani oleh Polda Sumut. Meski demikian, Brigadir I tetap menjalani pemeriksaan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya terkait peristiwa tersebut.

Tanggapan Kepala Lingkungan

Sulaiman, Kepala Lingkungan VIII, Kelurahan Cinta Damai, mengatakan mendapat kabar penemuan mayat pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, hujan deras dan banjir melanda wilayahnya sehingga ia sempat kesulitan menuju lokasi. Setibanya di lokasi, ia melihat sejumlah personel kepolisian dan tim forensik sudah berada di tempat kejadian.

Pemilik rumah tersebut sedang berada di luar kota, Jakarta, sedangkan korban merupakan menantu dari pemilik rumah. Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif di balik peristiwa tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup