Pengacara Ungkap Rekaman CCTV: Erin Ditarik Paksa Eks ART

Pengacara Ungkap Rekaman CCTV: Erin Ditarik Paksa Eks ART

Plat Merah – | Pengacara sebut rekaman CCTV tunjukkan Erin yang ditarik eks ART, mengungkapkan bahwa bukti visual yang diserahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan mengubah narasi publik tentang dugaan penganiayaan. Erin Wartia Trigina, yang lebih dikenal sebagai Erin Taulany, menghadapi tuduhan kekerasan dari mantan asisten rumah tangganya, Herawati, namun tim hukum mengklaim bahwa rekaman tersebut memperlihatkan situasi sebaliknya.

Menurut kuasa hukum Erin, Adlina Amalia, rumah sang artis dilengkapi dengan sekitar dua belas hingga lima belas kamera pengawas yang tersebar di seluruh sudut ruangan. “Kurang lebih ada 12 CCTV, bahkan ada titik yang tidak terhitung,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada penyidik. Rekaman lengkap, termasuk unit recorder, telah diserahkan sebagai barang bukti utama. Tim pengacara menegaskan bahwa footage tersebut menampilkan Herawati yang secara paksa menarik tangan Erin keluar rumah untuk menemui polisi, bukannya sebaliknya.

Pengacara sebut rekaman CCTV tunjukkan Erin yang ditarik eks ART, menambahkan Farhanaz Maharani, salah satu penasihat hukum. “Dari hasil CCTV, terlihat jelas bahwa tangan Erin ditarik secara paksa oleh Hera. Ini justru mengindikasikan bahwa tindakan paksa tersebut dapat dikategorikan sebagai penganiayaan terhadap klien kami,” jelasnya. Pernyataan ini memperkuat argumen bahwa tuduhan mencekik, mencakar, atau menodongkan pisau yang diajukan oleh Herawati tidak memiliki dasar faktual dalam visual yang ada.

Selama pemeriksaan yang berlangsung selama 4,5 jam dengan 22 pertanyaan, Erin tampak tenang dan memilih keluar melalui pintu samping kantor polisi. Ia tidak banyak berbicara, menyerahkan fokus kepada tim hukumnya. “Saya capek, langsung tanya sama lawyer saja,” ujar Erin sebelum masuk ke mobil. Sementara itu, tiga pengacara yang mendampingi memberikan penjelasan kepada media, menekankan bahwa bukti CCTV akan menjadi titik berat dalam proses hukum.

Herawati, di sisi lain, tetap membantah semua tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menegaskan tidak pernah menyebarkan data pribadi keluarga Erin dan tidak pernah menerima teguran terkait unggahan di media sosial. “Saya hanya membagikan foto bersama anak-anak Erin sebagai kenang-kenangan pribadi,” kata Herawati dalam sebuah konferensi pers.

Polres Metro Jakarta Selatan kini tengah menelaah rekaman tersebut bersama penyidik. Menurut sumber internal, tim forensik sedang memverifikasi keaslian footage serta menilai apakah ada indikasi pelanggaran lain, seperti merokok di dalam rumah yang juga disebutkan dalam beberapa pernyataan pengacara Erin. “Kami akan memeriksa setiap sudut rekaman untuk memastikan tidak ada manipulasi,” kata seorang penyidik yang tidak disebutkan namanya.

Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan tokoh publik, yaitu istri mantan presenter terkenal Andre Taulany. Media sosial dipenuhi spekulasi, namun pihak hukum menekankan pentingnya bukti objektif. “Kita tidak membangun narasi, tapi fakta yang terbukti dari rekaman CCTV,” tegas Adlina Amalia. Pernyataan ini menegaskan bahwa proses hukum harus berlandaskan pada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan rumor.

Sejauh ini, belum ada keputusan akhir. Namun, dengan adanya rekaman yang memperlihatkan bahwa Erin ditarik paksa oleh eks ART, fokus penyelidikan beralih pada tindakan Herawati yang mungkin melanggar hukum. Kedua belah pihak diharapkan dapat menyelesaikan sengketa ini melalui proses peradilan yang transparan.

Kesimpulannya, pengacara sebut rekaman CCTV tunjukkan Erin yang ditarik eks ART memberikan sudut pandang baru dalam kasus yang sempat memanas. Bukti visual menjadi kunci utama untuk mengungkap fakta sebenarnya, dan proses hukum masih berjalan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup