Sindir Maia lagi, Ahmad Dhani sebut dirinya yang wariskan selera seni ke anak: Bundanya nggak nyampe – Ayah Tunggal, Anak Laki-Laki Harus Bersama

Sindir Maia lagi, Ahmad Dhani sebut dirinya yang wariskan selera seni ke anak: Bundanya nggak nyampe – Ayah Tunggal, Anak Laki-Laki Harus Bersama

Plat Merah – Sindir Maia lagi, Ahmad Dhani sebut dirinya yang wariskan selera seni ke anak: Bundanya nggak nyampe [titlebase] menjadi sorotan utama dalam pernyataan terbaru sang musisi. Dhani menegaskan bahwa warisan seni tidak hanya datang dari sang ibu, melainkan juga dari dirinya, dan ia bertekad menularkannya kepada ketiga putranya – Al Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani – setelah perceraian dengan Maia Estianty.

Dalam sebuah wawancara santai yang disiarkan oleh Taulany TV pada Selasa, 26 Mei 2026, Dhani menjelaskan prinsip asuh yang ia pegang teguh. “Kenapa gua ngotot Al, El, Dul harus ada di gua? Karena anak laki-laki itu wajib hukumnya hidup bersama ayahnya kalau misalnya pisah (cerai),” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan pandangan Dhani bahwa peran ayah sangat krusial dalam pembentukan karakter, terutama bagi anak laki-laki yang ia anggap perlu figur panutan.

Selain menekankan pentingnya kehadiran ayah, Dhani juga menyinggung pengalaman pribadinya dengan mantan istri kedua, Mulan Jameela. Ia mengaku pernah memberi ruang bagi Mulan untuk mengajukan gugatan cerai, sambil menambahkan, “Ya sudah, kamu file aja cerai. Bilang aku selingkuh enggak apa-apa.” Sikap terbuka ini menimbulkan perdebatan publik, namun Dhani menegaskan bahwa kejujuran adalah kunci agar tidak terkesan munafik.

Fokus utama Dhani tetap pada warisan seni yang ia bawa kepada anak-anaknya. Ahmad Dhani wariskan selera seni kepada Al, El, dan Dul melalui musik, penulisan lagu, serta pemahaman mendalam tentang budaya pop Indonesia. Ia menambahkan, “Anak-anak tuh tahu bapaknya kayak apa,” menegaskan bahwa keterbukaan dalam hubungan ayah‑anak menjadi fondasi kuat bagi mereka.

Ketiga putra Dhani, yang kini mulai menapaki karier masing‑masing di dunia hiburan, tampak menginternalisasi nilai‑nilai yang diajarkan sang ayah. Al Ghazali sudah aktif menulis lagu, El Rumi terlibat dalam produksi musik, sementara Dul Jaelani mengejar karier sebagai produser. Semua langkah mereka mencerminkan upaya melanjutkan warisan seni yang ditanamkan oleh Dhani sejak kecil.

Sindir Maia lagi, Ahmad Dhani sebut dirinya yang wariskan selera seni ke anak: Bundanya nggak nyampe [titlebase] muncul kembali dalam diskusi media sosial, menandakan bahwa topik ini masih menjadi perbincangan hangat. Penggemar dan netizen menilai bahwa Dhani berhasil menggabungkan peran ayah yang tegas dengan sentuhan seni yang menginspirasi, sekaligus menegaskan bahwa nilai-nilai keluarga tetap kuat meski berada di tengah dinamika perceraian.

Kesimpulannya, pernyataan Dhani menegaskan dua hal utama: pertama, pentingnya kehadiran ayah dalam kehidupan anak laki‑laki setelah perceraian; kedua, komitmen untuk menurunkan warisan seni kepada generasi berikutnya. Dengan pendekatan yang terbuka dan konsisten, Ahmad Dhani tidak hanya melestarikan selera seni dalam keluarganya, tetapi juga memberi contoh bagaimana seorang ayah dapat menjadi panutan sekaligus mentor seni bagi anak‑anaknya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup