Jalan ambles Lenteng Agung dipasang pelat baja sementara, antisipasi kendaraan terperosok – Perbaikan dan Pengalihan Lalu Lintas

Jalan ambles Lenteng Agung dipasang pelat baja sementara, antisipasi kendaraan terperosok – Perbaikan dan Pengalihan Lalu Lintas

Plat MerahJalan ambles Lenteng Agung dipasang pelat baja sementara, antisipasi kendaraan terperosok [titlebase] menjadi sorotan utama warga Jakarta Selatan sejak awal Juni 2026. Pada Senin 1 Juni, petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Perhubungan memulai fase penting perbaikan dengan mengangkat seluruh pelat baja yang selama ini menutupi lubang jalan.

Pengangkatan pelat baja dilakukan oleh dua unit ekskavator besar yang bekerja secara berurutan, memastikan satu per satu plat dapat diangkat tanpa mengganggu arus lalu lintas yang masih dibuka pada satu lajur. Kepala Seksi Pemeliharaan Drainase SDA, Paulus Junjung, menjelaskan bahwa proses ini merupakan prasyarat sebelum dilakukan pengurukan, pemadatan, pembesian, dan pengecoran badan jalan secara permanen.

Setelah pelat baja berhasil diangkat, tim teknis langsung menyiapkan material fast‑track cement yang dapat mengering dalam delapan jam. Metode ini dipilih untuk mempercepat pemulihan jalan utama menuju Depok, sehingga kendaraan dapat kembali melintas pada pagi berikutnya.

Selama proses pengerjaan, Jalan Lenteng Agung arah Depok ditutup sementara mulai pukul 14.00 WIB hingga 05.00 WIB keesokan harinya. Dinas Perhubungan DKI Jakarta, yang dipimpin oleh Budi Awaluddin, menyiapkan rencana pengalihan lalu lintas yang meliputi beberapa jalur alternatif, antara lain melalui Jalan Raya Lenteng Agung‑putar balik di perlintasan KA JPL 23, Jalan Moch. Kahfi II, serta Jalan TB Simatupang. Kendaraan bertonase besar diarahkan ke Jalan Tol Jagorawi atau Jalan Tol Desari.

Petugas pandu ditempatkan di titik strategis seperti putaran Universitas Pancasila dan tapal kuda depan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) untuk membantu mengarahkan pengendara ke jalur alternatif. Pengalihan ini diharapkan dapat meminimalisir kemacetan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.

Selain penggantian pelat baja, tim SDA telah memasang sekitar 15 unit box culvert di bawah jalan untuk menstabilkan aliran air tanah yang menjadi penyebab ambles. Pemasangan box culvert ini menjadi bagian dari aksi cepat tanggap darurat yang diinisiasi setelah ambles pertama kali terdeteksi pada akhir Mei.

Penggunaan fast‑track cement memungkinkan pengerjaan selesai dalam waktu singkat, namun tim juga melakukan pemeriksaan kualitas secara berkala untuk memastikan kekuatan struktur jalan memenuhi standar. Paulus menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana pengaspalan tambahan karena beton sudah cukup kuat untuk menahan beban lalu lintas.

Warga sekitar melaporkan bahwa meskipun satu lajur tetap dapat dilalui, kecepatan kendaraan berkurang signifikan karena harus bergantian dengan alat berat. Namun, mereka menyambut positif upaya cepat perbaikan yang diharapkan menghindari risiko kendaraan terperosok lebih lanjut.

Keputusan penutupan jalan dan pemasangan pelat baja sementara, antisipasi kendaraan terperosok [titlebase] juga mendapat dukungan dari kepolisian setempat yang menambah pengamanan di area rawan. Garis pembatas diperluas untuk menjauhkan kendaraan dari tepi jalan yang masih rapuh.

Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan selesai pada akhir pekan, sehingga Jalan Lenteng Agung kembali berfungsi penuh sebagai arteria utama menuju Depok. Pihak berwenang berjanji akan terus memantau kondisi tanah dan melakukan perawatan rutin untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Dengan koordinasi lintas dinas, penggunaan material cepat kering, serta pengalihan lalu lintas yang terstruktur, perbaikan Jalan ambles Lenteng Agung dipasang pelat baja sementara, antisipasi kendaraan terperosok [titlebase] menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat Jakarta Selatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup